Skip to main content

Posts

Impelliteri : Master Of Picking

Chris Impellitteri, adalah nama yang asing di telinga penikmat musik di Indonesia. Namun tidak demikian di dataran Amerika, Eropa dan Asia Barat seperti Jepang. Di sana, orang-orang membicarakannya seperti mereka membicarakan Yngwie J Malmsteen. Chris sudah lama menjadi rujukan para gitaris dalam teknik Sweep Picking dan Appreggio. 10 album telah dirilisnya dalam kurun 1988-2015. Histeria selalu menyambut penampilan Chris dan bandnya, Impellitteri, seperti saat mereka tampil di Busan International rock festival 2016 baru-baru ini. Chris Impellitteri, walau tak dikenal di Indonesia, bukanlah gitaris kelas Teri. Joe Satriani, gitaris yang disebut-sebut sebagai gitaris terbaik dunia saat ini menjulukinya Master of Picking.
Recent posts

TESLA ROCK BAND : GLAM ROCK DARI SELATAN U.S

bukan bon jovi, motley Crue atau Poison. band masa SMA gw adlh Tesla. Dengan rekor 14 juta copy album terjual diseluruh amerika, mereka adalah local hero dan superstar amerika. 


berdiri sejak 1981, dipelopori bassist Brian Wheat dan gitaris Frank Hannon, line up Tesla terbilang solid hingga saat ini. Baru gitaris Tommy Skeoch saja yang keluar 2006 Lalu, digantikan gitaris muda yang tak kalah jagoan dan melodius, Dave Rude. btw, asing ya denger nama-namanya? Well, nama Richie Sambora, Niki Sixx, Axl Rose atau Sebastian Bach mungkin lebih akrab ditelinga penikmat Musik glam rock di Indonesia.  Kalo publik rock sini sempat denger nomor-nomor Tesla dari album lama seperti : Change In The Weather, Don't De Rock Me, Love Song, atau yang terkini Mp3, Forever More, Into The Now, band-band glam rock yang digadang-gadang legend itu menurut gw gak banyak berkembang dan gak menawarkan sesuatu yang baru, baik dari sisi komposisi maupun sound.
Lahir di Sacramento, California, publik rock Ameri…

WAKTU CLEAN IAN BERMAIN TRASH

Saya datang ke konser Burgerkill pada tanggal 28 september 2013 itu, dalam hati berniat untuk merasakan atmosfer dahsyat dan epical dipenghujung rentetan konser Spit The Venom mereka, yang dihelat di Istora Senayan, Jakarta.

Burgerkill bagi saya adalah band metal paling prestisius di Indonesia, bukan hanya karena sejarahnya yang telah membentuk pergerakan massif diakar rumput metalhead tanah air, namun juga karena kebanggaan saya kepada Burgerkill yang berasal dari Bandung (kota kelahiran saya) dan telah mengibarkan bendera merah putih diajang berbagai festival metal Internasional.
Selain misi tersebut, saya hadir ke konser karena penasaran ingin menyaksikan aksi gitaris idola, Ian Antono, yang saya dengar akan ber-spesial appearance bareng Burgerkill (B.K). Dalam perjalanan menuju venue, sambil menyantap keripik sanjai yang enak diselingi dengan mereguk Oolong Tea yang dingin dan manis, saya menerka-nerka dalam benak,”Apa lagu yang kira-kira akan dimainkan Ian Antono bersama B.K ?”

SYAIR KEHIDUPAN

tadinya ingin melanjutkan tulisan sebagai apresian bagian 4 yg agak serius di page ini...tapi denting gitar Ian Antono dlm nomor Syair Kehidupan membuat saya kontan mengheningkan cipta. "disaat ini ingin ku terlena lagi, terbang tinggi di awan, tinggalkan bumi di sini. disaat ini ingin ku mencipta lagi, kan kutuliskan lagu, sambil kukenang wajahmu."lantun sang legenda, Ahmad Albar. beberapa saat denting gitar mengalun tenang, sebelum kemudian masuk ke bagian reff yg diiringi koor yang lirih itu..."malam panjaaang, remang-remang..." mata saya basah kemudian. seperti anak kecil yang cengeng, saya terisak sendirian. ya, saya terisak karena ingat ini lagu kesukaan almarhumah Mama yang baru sebulan berpulang. saya ingat, terakhir kali kami mengobrol, saya memperdengarkan hasil recording hape waktu Godbless konser Commemorate di Bandung. itulah, terakhir kami bicara agak lama soal lagu favorit Mama saya ini...

ETHIOPIA : IAN ANTONO SEORANG ARRANGER BERWAWASAN LUAS

pengalaman apresiasi karya Ian Antono bag.3

Lagi2 dari Radio Mara Bandung saya mendengarkan hits Iwan Fals berjudul Ethiopia. Dan lagi2 usai mendengar lagu yang asyik saya akan berkunjung ke toko kaset untuk membelinya.
Setelah kaset dibeli, saya dengar sambil membolakbalik cover. Eh, tertulis disitu nama Ian Antono sbg.aranger khusus lagu Ethiopia (yg lain aransemen oleh Willy Soemantri).
Saya, sebagaimana diceritakan sebelumnya, sudah terpikat dgn.aransemen beliau di lagu Grace Simon dan teknik hammer-on beliau di lagu Chrisye, tambah exciting saja waktu mengetahui aransemen Ethiopia dikerjakan Ian Antono. Bgmna tdk, lagu itu dibuka dengan beat dub a la musik afro, dgn.seni vokal a la suku2 Abesinia,ditingkahi suara hewan yg kelaparan. Tone kibord yg dipilih menambah keunikan dan suasana lagu tsb.
Setelah byk menyimak musik dikemudian hari, mafhumlah saya bahwa apa yg dilakukan Ian Antono dlm lagu Ethiopia adlh indikator bhw beliau seorg. Aranger yg berwawasan luas. Mengingat belia…

BERKENALAN DENGAN JURUS CLEAN A LA IAN

(apresiasi karya ian antono bag.2)

Pertama terpikat dengan permainan Ian Antono adalah saat menyimak intro petikan melodius-nya dalam lagu "Untukmu" dari Grace Simon. Semenjak itu, saya mulai mencari-cari kaset mana yang ada di rumah, yang memuat permainan beliau. Saya menemukan lagi kaset yang memuat permainan beliau, justru bukan dari koleksi kaset orangtua yang ada di rumah. Ketika saya tidur siang dikamar seorg.paman saat berkunjung ke rumah kakek, disitulah saya mendapati cover kaset yang memuat nama beliau. Kasetnya kaset Chrisye. Music Directornya Yockie S. Judul albumnya Jurang Pemisah. Kelak ketika SD berkat lagu Jeritan Seberang yang ada di album ini, saya meraih Juara I Lomba Nyanyi Tk.SD dalam rangka Ultah PJKA.
Saya baca di covernya Ian Antono bermain hanya di dua lagu saja. Main di lagu berjudul Mesin Kota dan yang satu lagi lagu Dia. Dengan sabar saya mendengar lagu demi lagu dalam album itu, dan saat masuk lagu Mesin Kota, dengan teliti saya menyimak dan m…

BERAWAL DARI LAGU "UNTUKMU" GRACE SIMON

apresiasi karya Ian Antono bag.1



Pertamakali menyimak karya Ian Antono dari album Grace Simon. Lagunya berjudul Untukmu. Sering diputar oleh Ibu, dengan tape merk Sharp dimana Ibu suka meletakkan covernya diatas tape itu. Di Cover dalam ada foto Ian Antono sedang berpose dengan gitar Fender Strat warna kuning gading. Cool banget style-nya, langsung memikat saya, yang waktu kecil sudah sering dengar lagu The Beatles, The Shadows dan Bee Gees. Permainan Ian Antono yang bersih, melodis dan harmonis, mengingatkan dengan kesederhanaan beat a la George Harrison dan sound gitar di lagu Apache-nya The Shadows, membuat saya kemudian penasaran ingin tahu apa karya-karya sebelum Album Grace Simon itu yang pernah dijamah oleh tangan dingin Ian Antono.

Berikut link lagu Grace Simon yang saya maksud : Grace Simon - Untukmu