Skip to main content

ASAL MULA NAMA JALAN JOEY RAMONE PLACE

To me, punk is about being an individual and going against the grain and standing up and saying 'This is who I am'.
-Joey Ramone, vokalis kelompok Punk Rock Amerika, Ramones


Kawan saya, Boris, sempet ikut jalan-jalan bareng uwak-nya yang diplomat ke New York City. Nggak tertarik betul sih gue, denger ceritanya. Soalnya doi rada-rada tinggi hati en kayaknya ngomongnya terlalu berbunga-bunga.

But, waktu dia nunjukin sebuah foto, nggak pelak gue malah jadi penasaran sama ceritanya. He he he...di dalam foto itu, Boris Bulldog berfoto bareng adik, dibawah sebuah plang jalan bertuliskan : “Joey Ramone Place.”

Habis liat foto itu, kini giliran si Boris yang diem, brenti nyerocos, begitu gua tanya ini-itu soal nama jalan yang diambil dari nama salah satu 'manusia brengsek', yang lagu-lagunya sering banget gue bawain ato denger pagi-pagi, tiap mau cabut ke kampus, jaman SMA dan kuliah dulu.

Lagu favorit Joey Ramone bareng band-nya Ramones, yang paling sering gue setel tuh dari albumnya : Ramones (1976), End of The Century (1980), Brain Drain (1989) dan Mondo Bizzaro (1992). Gue beli dari seorang temen gue yang cinta Punk tapi miskin, dan terpaksa ngejual kaset-kaset tersebut seharga 5000 perak satu paket. Buat beli cimeng paket hemat. Gue beli kaset-kasetnya, tapi gue nggak nanggung dosa-dosanya. He he he...

Siapa Sih Joey Ramone ?

Setahu gue, Joey Ramone lahir taun 1951 dan tewas taun 2001, gara-gara kanker limfoma (banyak begadang, minum, free sex ama ngobat, kali ya ?). Nama aslinya sih Jeffry Hyman. Hyman ? Betul, bro, doi masih keturunan Jewish-American. Joey Ramone adalah vokalis dan songwriter buat grup Punk Rock legendaris Amrik The Ramones. Dia ama bandmate-nya Johnny Ramone (John Cummings), bertahan di band tersebut sampe itu band bubar taun 1996.

Joey gede di kawasan Forrest Hills, negara bagian Queens. Sebelum masuk usia remaja, Joey kecil udah sering banget menyaksikan bokap-nyokapnya ribut, ampe kemudian bokap-nyokap-nya cerai, dan Joey tinggal bareng ibunya, Charlotte.

Charlotte tuh seorang nyokap yang juga hobi banget dengerin musik. Dia fans berat The Who, yang ujung-ujungnya narik anak-anaknya Joey dan Mitchell (Mickey Leigh, kakak Joey), ikut-ikut jadi pendengar setia The Who juga. Charlotte-lah yang ngasih dukungan buat Joey untuk latihan nge-drum waktu usianya baru 13 tahun.

Masuk SMA Forest Hills, Joey ama Johnny plus Douglas Colvin (Dee Dee Ramone, bassist) bikin grup The Ramones, dan Joey bertindak sebagai drummer. Ngerasa ada yang nggak beres ama kepuasannya dalam bermusik, Joey lalu mengajak Tamás Erdélyi, seorang imigran Hungaria, yang kemudian dikenal dengan nama Tommy Ramone, untuk ngisi posisi drummer. Jadi deh formasi legendaris The Ramones : Joey (Vokal), Dee Dee (Bass), Johnny (Gitar) dan Tommy (Bass), so, semuanya jadi satu marga : sama-sama pake nama panjang Ramone.


Heart & Soul-nya The Ramones

Joey banyak banget bikin lagu buat Ramones. Lagu-lagu balada dan lagu cinta mereka kebanyakan ditulis ama Joey. Nggak heran, kalo banyak kritikus musik bilang bahwa Joey Ramone adalah Heart & Soul-nya The Ramones.

Untuk soal julukan, C.J. Ramone, bassist pengganti Dee Dee Ramone yang masuk line-up taun 1989, punya sebutan lain. Dia menyebut sang kolega dan seniornya sebagai : The Hippie Of The Group. Lu tahu nggak, Joey Ramone juga sebenarnya berhak masuk Guinness Book Of World Record as rockstar paling jangkung di dunia. So, gue juga boleh dong ngasih julukan ama beliau : Abah Jangkung.

Kayak Dono & Kasino dari Warkop DKI yang pernah nggak saling tanya selama tiga taun, Joey juga pernah nggak saling tanya sama bandmate-nya Johnny, gara-gara sohibnya itu ngerebut pacar Joey, Linda. Dari peristiwa yang bikin Joey broken abis itulah, doi ngedapetin ilham untuk nulis lagu : “The KKK Took My Baby Away” (Pleasant Dreams, 1981).

Nggak cuma dalam urusan cewek mereka bersengketa. Joey Ramone adalah pendukung sayap-kiri Partai Liberal, sementara si Johnny penganut garis politik konservatif. Joey Ramone-mah ibaratnya pendukung Partai Rakyat Demokratik, Johnny Ramone-mah ibaratnya pendukung berat Partai Golkar.

Dan, karena partai liberal-nya menang dalam pemilihan walikota NYC itulah, makanya, kreatifitas Joey dihargai dan diabadikan ke dalam nama jalan “Joey Ramone Place” di NYC, pasca kematiannya (2003).


Joey Side Job

Awal tahun 1990-an, Joey Ramone aktif dalam kegiatan yang jarang banget dilakukan oleh seorang rocker, yaitu : jual beli saham. Tuh kan, Jewish-American mah nggak jauh-jauh kesukaannya : maen renten-rentenan. Saking hobinya jual beli saham, saban hari di awal sampai akhir 90-an itu, Joey Ramone sering banget manteng depan TV nonton acara CNBC Financial.
Gara-gara saban hari manteng nonton acara tersebut, Joey sampe nulis sebuah lagu tentang sang news reporter : Maria Bartiromo. Lagu tentang reporter cantik yang punya julukan Maria 'Money Honey' Bartiromo itu masuk dalam materi album solo Joey Ramone, yang dirilis pasca kepergiannya (Don't Worry About Me, 2002).
Meski sibuk jual beli saham, Joey Ramone juga masih aktif bermusik dengan beberapa kegiatan seperti : ikut nulis dan ngerekam lagu “Meatball Sandwich”-nya grup muda Youth Gone Mad. Nggak lama sebelum mangkatnya, Joey juga merangkap jabatan sebagai manajer dan produser grup Punk Rock generasi baru : The Independents.


Mangkatnya Joey Ramone

Joey Ramone wafat karena kanker limfoma di New York-Presbyterian Hospital pada bulan April, tanggal 15 tahun 2001. Sakaratul mautnya diiringi lagu In A Little While-nya U2, dari album U2's Elevation Tour. Tu lagu sebetulnya bercerita tentang seseorang yang sedang broken dan teler karena jatuh cinta, sebagaimana diakui oleh sang penulisnya, Bono. Cuman, menurut petunjuk yang disampaikeun oleh Pak Joey Ramone, tu lagu pantes dimasukin sebagai Gospel Song, dan ia pengen banget ngedengerin lagu itu dalam detik-detik akhir menjelang kematiannya.(eap)

Comments

ruli muharram said…
bro... tulisan yang unik
aneh jg ada yg keprikiran bikin blog model ini
salut gue ama elu...pinjem-pinjem blog ramonesnya

Popular posts from this blog

MUSIK STONES DAN ORANG KITA

Pertamakali saya melihat gambar lidah melet ukuran besar itu, dikamar paman saya. Dibawahnya ada tulisan yang ketika itu saya eja : de ro ling setun, kol me sir, yu ar bastard. Waktu itu saya mengira-ngira, apa kira-kira arti dari kalimat yang tertulis dibawah lidah melet itu. Apa pula logo lidah melet itu ? Logo toko blue jeans langganan paman-kah ? Atau stiker yang sengaja dibuat untuk sekadar ditempel di angkot dan oplet ?

Imej lidah melet itu, akhirnya saya kaitkan dengan imej paman, yang kerap berpakaian ngoboy, dan kerap datang ke rumah kakek dalam keadaan teler. Pernah suatu kali, saya menyaksikan paman menghardik kakek-nenek, karena minta dibelikan motor. Belum cukup segitu, paman yang anak bungsu itu mengejar-ngejar nenek dalam keadaan mabuk, sambil mengancam. Wah, nenek saya langsung berkata,”Dasar anak nakal, kau ...tak bahagia kau seumur hidup nanti !” Maka, kontan saja saya beranggapan, ooooh, lidah melet itu logo seseorang, atau tanda kelompok orang-orang yang melawan o…

KISAH SEJATI JASON BECKER

One night I dreamed I was running. 
When I woke up I forgot I had a limp, 
so I walked totally normal until I remembered, 'oh, yeah, I have a limp'. 
Then I immediately stumbled. 
That showed me that if you have control over your mind, 
you can do anything…”
-JASON BECKER

Temen-temen saya yang gitaris rata-rata kenal Jason Becker. Saya termasuk yang sangat antusias mempromosikan permainan Jason, sering ngambil referensi dari dia, setiap saya dan beberapa temen yang gitaris ngobrol di studio atau ketika nyantei di kafe. Jason Becker adalah gitaris Amrik yang brilian. Usia 16 tahun dia sudah dikenal sebagai salah satu virtuoso dan gitaris berbakat besar. Saat 17-18 tahun dia sudah merilis album yang betul-betul berkualitas, seperti Speed Metal Symphony (1987) & Go Off (1988). Saya termasuk kolektor yang beruntung, bisa mengoleksi dua masterpiece Jason Becker bareng kelompoknya (Cacophony) itu, tambah mengoleksi album solonya Perpetual Burn (1988). Di album Perpetual Burn inilah Ja…

DRAMA TRAGIS KEMATIAN DIMEBAG DARRELL

Musicians tend to get bored playing the same thing over and over, so I think it's natural to experiment.
-Dimebag Darrell, gitaris kelompok Trash Metal legendaris Panthera

Selesai botakan waktu SMA, kawan-kawan menyebut saya mirip dengan Philip Anselmo, sang vokalis Pantera. Kendati nge-fans sama lagu-lagu dari album Cowboy From Hell dan Vulgar Display Of Power, sesungguhnya saya nggak nge-fans sama tongkrongannya beliau. Serem dan angker. Mirip seorang tetangga saya yang oknum berseragam, yang galak dan egois sama tetangga kanan-kiri (suka parkir mobil sembarangan dan bikin mobil bokap susah masuk garasi rumah sendiri- red). Tiap lihat Philip Anselmo jadi inget juga sama beliau. Oknum edan yang lupa, bahwa bikin susah tetangga itu sama dengan penyelewengan sumpahnya sebagai pengayom.

Untunglah wajah personil Pantera nggak semuanya mirip Anselmo. Sehingga yang lainnya tidak menjadi sasaran pelampiasan kebencian saya. Malahan, ada kakak beradik Abbott- Darrell “Dimebag” Lance &…