Skip to main content

DRAMA TRAGIS KEMATIAN DIMEBAG DARRELL



Musicians tend to get bored playing the same thing over and over, so I think it's natural to experiment.
-Dimebag Darrell, gitaris kelompok Trash Metal legendaris Panthera


Selesai botakan waktu SMA, kawan-kawan menyebut saya mirip dengan Philip Anselmo, sang vokalis Pantera. Kendati nge-fans sama lagu-lagu dari album Cowboy From Hell dan Vulgar Display Of Power, sesungguhnya saya nggak nge-fans sama tongkrongannya beliau. Serem dan angker. Mirip seorang tetangga saya yang oknum berseragam, yang galak dan egois sama tetangga kanan-kiri (suka parkir mobil sembarangan dan bikin mobil bokap susah masuk garasi rumah sendiri- red). Tiap lihat Philip Anselmo jadi inget juga sama beliau. Oknum edan yang lupa, bahwa bikin susah tetangga itu sama dengan penyelewengan sumpahnya sebagai pengayom.

Untunglah wajah personil Pantera nggak semuanya mirip Anselmo. Sehingga yang lainnya tidak menjadi sasaran pelampiasan kebencian saya. Malahan, ada kakak beradik Abbott- Darrell “Dimebag” Lance & Vinnie Paul- yang wajah plus tongkrongannya mirip paman saya : Oom Hanafi. Seorang Oom yang gemuk dan jenaka, tapi gape banget maen gitar dan kibord. Suami bibi saya ini mirip banget dengan Abbott bersaudara. Walau lantunan vokalnya lebih mirip suara “ngeden” Benny Panbers dan Charles Mercy's.

Ngomong2 soal dua bersaudara Abbott, terus terang saya exciting sama teknik bermain mereka teratas alat instrumennya masing-masing. Vinnie Paul itu edan banget nge-drum-nya. Dua kakinya begitu rapat menjaga tempo double pedal-nya, tapi tangannya kok bisa ya, sebentar2 slow, sebentar2 berkelebat menyapu snare, tom-tom dan cymbal di sekeliling. Buat mereka yang telinganya tajem, pasti sependapat dengan saya : ada sentuhan rock progressive dan teknik swing di dalam permainannya. Gila ! Ngawinin teknik tersebut dengan musik Trash Metal seperti yang dibawain band sekeras Panthera, tentulah sebuah terobosan baru.

Dimebag Darrell sang adik-pun nggak kalah kharismatiknya. Umur 16 tahun, dia sudah terkenal di klub-klub Texas sebagai gitaris jago. Sampe-sampe, pas umur 18 tahun Dimebag nggak boleh ikutan kontes gitar karena selalu menang di setiap pemilihan gitaris terbaik di lokal Texas. Kenang-kenangan dari kontes-kontes lokal itu adalah sepucuk gitar merk Dean, yang kemudian jadi trademark Dimebag Darrell semasa merajai pentas-pentas musik Metal di seantero dunia, bareng Pantera. Boleh dibilang, dengan segudang teknik semisal : licks pentatonic, finger dan pick tapping atau screaming wah-wah-nya, Dimebag Darrell nggak kalah sama gitaris-gitaris band Metal sejamannya seperti : Kirk Hammett (Metallica) atau Kerry King dari Slayer.

Data yang ada di Gitaris.com pun mengemukakan : Teknik permainan gitarnya yang sangar dan sound yang gahar membuat beberapa produsen alat musik mengontrak Dimebag untuk meng-endorse atau membuat signature series dari alat-alat yang dia gunakan. Ada Randall Amplifier, pick-up Seymour Duncan “Dimebucker”, strings DR “High Voltage”, MXR “Dime Distortion”, Dunlop “Dime Crybaby From Hell”, Krank “Krankenstein” Amplifier dan pada masa-masa akhir karirnya Dean guitar kembali membuat signature series untuk sang legenda.

**
Sebubarnya Pantera, Abbott bersaudara bikin band baru : DamagePlan. Mereka sempet bikin album pada Februari 2004, dengan judul : New Found Power. Seperti Pantera, Damageplan masih mengusung sound yang sungguh full power, namun tentu lebih segar daripada musik Pantera sampe album terakhirnya.

Pada 8 Desember 2004 saat Damageplan manggung di Alrosa Villa Columbus-Ohio, Dimebag yang sedang check-sound tiba-tiba ditembak oleh seorang pria botak, yang kemudian dikenal sebagai pria schizoid asal Marysville, Ohio : Nathan Gale. Gitaris dengan janggut a la ZZ Top itu ambruk, menghembuskan nafas terakhirnya di samping Dean Razorback-nya, yang baru kelar disetem. Ngeliat Dimebag yang udah nggak bernyawa, si botak Nathan Gale malah nekat menghabisi tiga pria lainnya, yang kebetulan lagi asyik menenggak minuman di klub tempat promo album DamagePlan itu.

Bagaimana dengan nasib Nathan “Gelo” Gale kemudian ?

Pria yang nggak rela Pantera bubar dan DamagePlan berdiri itu ikut pergi bareng Dimebag dan menyusul tiga fans Abbott bersaudara yang duluan dia tembak, setelah beberapa butir peluru polisi menembus kening, dada dan perut buncitnya, ke neraka.

Akhir tragis itu membuat rakyat metal berduka. Sebagai dedikasi untuk Darrell, para juniornya yang tergabung dalam grup metal : Avenged Sevenfold merilis lagu tentang Gale & Dimebag yang diberi judul "Betrayed", yang tercantum dalam album “City of Evil”. Pada tahun 2006, nggak ketinggalan Nickelback ngerilis lagu tentang kematian Dimebag, "Side of a Bullet", dalam album “All The Right Reasons.”

Gua pun ikut berduka. Lebih kecewa lagi mendengar rumours bahwa pembunuhan terhadap Dimebag sebenarnya didalangi oleh Al Qaeda. Cuma lantaran Osama bin Laden merasa tersaingi oleh Dimebag, yang ikut2an memelihara cambang dan janggut, yang tampak lebih subur dari cambang dan janggut yang sedari muda dipelihara oleh pentolan kelompok teroris itu.(eap)

Comments

deni buzzil said…
alus pisan nya bang dean razrobackna
konde said…
beng nu vulgar display aya di urang keneh yeuh,,keu dibalikkeun nya...beusi ditanya ku osama...

Popular posts from this blog

MUSIK STONES DAN ORANG KITA

Pertamakali saya melihat gambar lidah melet ukuran besar itu, dikamar paman saya. Dibawahnya ada tulisan yang ketika itu saya eja : de ro ling setun, kol me sir, yu ar bastard. Waktu itu saya mengira-ngira, apa kira-kira arti dari kalimat yang tertulis dibawah lidah melet itu. Apa pula logo lidah melet itu ? Logo toko blue jeans langganan paman-kah ? Atau stiker yang sengaja dibuat untuk sekadar ditempel di angkot dan oplet ?

Imej lidah melet itu, akhirnya saya kaitkan dengan imej paman, yang kerap berpakaian ngoboy, dan kerap datang ke rumah kakek dalam keadaan teler. Pernah suatu kali, saya menyaksikan paman menghardik kakek-nenek, karena minta dibelikan motor. Belum cukup segitu, paman yang anak bungsu itu mengejar-ngejar nenek dalam keadaan mabuk, sambil mengancam. Wah, nenek saya langsung berkata,”Dasar anak nakal, kau ...tak bahagia kau seumur hidup nanti !” Maka, kontan saja saya beranggapan, ooooh, lidah melet itu logo seseorang, atau tanda kelompok orang-orang yang melawan o…

SMOKE ON THE WATER : HITS YANG MEMISAHKAN PARA PENCIPTANYA

Nggak ada atau jarang anak rock yang nggak tahu lagu Smoke On The Water. Yang nggak tahu bisa-bisa dikatain sok rocker, kalo sampe nggak tahu atau ngaku belum pernah denger itu lagu, padahal dia sendiri ngakunya rocker. Smoke On The Water bagaikan materi inagurasi. Syarat pentahbisan bagi siapapun yang ngaku musisi atau simpatisan heavy rock. Gitaris rock kudu hafal riff atau chord lagu ini, vokalisnya mesti hafal lirik lagu ini, dan minimal musisi-musisi pendukung band yang lain kudu bisa mengawal beat dan pattern lagu ini diatas panggung atau studio.

Smoke On The Water adalah lagu kelompok musik Deep Purple, salah satu dari triumvirat legenda band rock (Led Zep, Deep Purple, Black Sabbath), yang tidak hanya memegang rekor penjualan rekaman, melainkan juga pemegang rekor gonta-ganti personil. Saking seringnya gonta-ganti personil, sudah lumrah kalau hingga saat ini, sesama penggemar Deep Purple akan bertanya : “Sekarang sudah Mark berapa ya ?”-ketika mereka membicarakan eksistensi g…

ALLAH BLESS GITO ROLLIES

Alkisah, suatu sore, gue pulang sekolah bareng bokap, dijemput pake mazda kotak. Dalam perjalanan, seorang pengendara motor edan, menyalip mobil yang kami tumpangi dari sebelah kiri. Gila, gue yang waktu itu masih es-de, kontan kaget dan berteriak, mengingat mobil bokap nyaris menghantam pantat motor yang berpacu ugal-ugalan itu. Bokap, yang biasanya alim dan pendiam, pertamakalinya menghamburkan nama salah satu hewan, yang lazim diteriakkan disaat-saat manusia dihinggapi marah.

Seredanya bokap dari kemarahan, beliau bergumam, ”Emang Gito Rollies...” Gue mengernyitkan dahi,”Emang kenapa Gito...Pak ?” Singkat kata, bokap gue langsung menceritakan sebuah peristiwa heboh, dimasa-masa bokap muda dulu. Suatu peristiwa yang juga sohor ke seantero kota Bandung, tentang seorang pengendara motor yang ugal-ugalan pulang pergi Bandung-Lembang bertelanjang bulat. Nama pengendara motor itu adalah : Bangun Sugito, yang kemudian populer sebagai : Gito Rollies, salah seorang ikon musik rock dan pelop…