Thursday, October 12, 2006

DRAMA TRAGIS KEMATIAN DIMEBAG DARRELL



Musicians tend to get bored playing the same thing over and over, so I think it's natural to experiment.
-Dimebag Darrell, gitaris kelompok Trash Metal legendaris Panthera


Selesai botakan waktu SMA, kawan-kawan menyebut saya mirip dengan Philip Anselmo, sang vokalis Pantera. Kendati nge-fans sama lagu-lagu dari album Cowboy From Hell dan Vulgar Display Of Power, sesungguhnya saya nggak nge-fans sama tongkrongannya beliau. Serem dan angker. Mirip seorang tetangga saya yang oknum berseragam, yang galak dan egois sama tetangga kanan-kiri (suka parkir mobil sembarangan dan bikin mobil bokap susah masuk garasi rumah sendiri- red). Tiap lihat Philip Anselmo jadi inget juga sama beliau. Oknum edan yang lupa, bahwa bikin susah tetangga itu sama dengan penyelewengan sumpahnya sebagai pengayom.

Untunglah wajah personil Pantera nggak semuanya mirip Anselmo. Sehingga yang lainnya tidak menjadi sasaran pelampiasan kebencian saya. Malahan, ada kakak beradik Abbott- Darrell “Dimebag” Lance & Vinnie Paul- yang wajah plus tongkrongannya mirip paman saya : Oom Hanafi. Seorang Oom yang gemuk dan jenaka, tapi gape banget maen gitar dan kibord. Suami bibi saya ini mirip banget dengan Abbott bersaudara. Walau lantunan vokalnya lebih mirip suara “ngeden” Benny Panbers dan Charles Mercy's.

Ngomong2 soal dua bersaudara Abbott, terus terang saya exciting sama teknik bermain mereka teratas alat instrumennya masing-masing. Vinnie Paul itu edan banget nge-drum-nya. Dua kakinya begitu rapat menjaga tempo double pedal-nya, tapi tangannya kok bisa ya, sebentar2 slow, sebentar2 berkelebat menyapu snare, tom-tom dan cymbal di sekeliling. Buat mereka yang telinganya tajem, pasti sependapat dengan saya : ada sentuhan rock progressive dan teknik swing di dalam permainannya. Gila ! Ngawinin teknik tersebut dengan musik Trash Metal seperti yang dibawain band sekeras Panthera, tentulah sebuah terobosan baru.

Dimebag Darrell sang adik-pun nggak kalah kharismatiknya. Umur 16 tahun, dia sudah terkenal di klub-klub Texas sebagai gitaris jago. Sampe-sampe, pas umur 18 tahun Dimebag nggak boleh ikutan kontes gitar karena selalu menang di setiap pemilihan gitaris terbaik di lokal Texas. Kenang-kenangan dari kontes-kontes lokal itu adalah sepucuk gitar merk Dean, yang kemudian jadi trademark Dimebag Darrell semasa merajai pentas-pentas musik Metal di seantero dunia, bareng Pantera. Boleh dibilang, dengan segudang teknik semisal : licks pentatonic, finger dan pick tapping atau screaming wah-wah-nya, Dimebag Darrell nggak kalah sama gitaris-gitaris band Metal sejamannya seperti : Kirk Hammett (Metallica) atau Kerry King dari Slayer.

Data yang ada di Gitaris.com pun mengemukakan : Teknik permainan gitarnya yang sangar dan sound yang gahar membuat beberapa produsen alat musik mengontrak Dimebag untuk meng-endorse atau membuat signature series dari alat-alat yang dia gunakan. Ada Randall Amplifier, pick-up Seymour Duncan “Dimebucker”, strings DR “High Voltage”, MXR “Dime Distortion”, Dunlop “Dime Crybaby From Hell”, Krank “Krankenstein” Amplifier dan pada masa-masa akhir karirnya Dean guitar kembali membuat signature series untuk sang legenda.

**
Sebubarnya Pantera, Abbott bersaudara bikin band baru : DamagePlan. Mereka sempet bikin album pada Februari 2004, dengan judul : New Found Power. Seperti Pantera, Damageplan masih mengusung sound yang sungguh full power, namun tentu lebih segar daripada musik Pantera sampe album terakhirnya.

Pada 8 Desember 2004 saat Damageplan manggung di Alrosa Villa Columbus-Ohio, Dimebag yang sedang check-sound tiba-tiba ditembak oleh seorang pria botak, yang kemudian dikenal sebagai pria schizoid asal Marysville, Ohio : Nathan Gale. Gitaris dengan janggut a la ZZ Top itu ambruk, menghembuskan nafas terakhirnya di samping Dean Razorback-nya, yang baru kelar disetem. Ngeliat Dimebag yang udah nggak bernyawa, si botak Nathan Gale malah nekat menghabisi tiga pria lainnya, yang kebetulan lagi asyik menenggak minuman di klub tempat promo album DamagePlan itu.

Bagaimana dengan nasib Nathan “Gelo” Gale kemudian ?

Pria yang nggak rela Pantera bubar dan DamagePlan berdiri itu ikut pergi bareng Dimebag dan menyusul tiga fans Abbott bersaudara yang duluan dia tembak, setelah beberapa butir peluru polisi menembus kening, dada dan perut buncitnya, ke neraka.

Akhir tragis itu membuat rakyat metal berduka. Sebagai dedikasi untuk Darrell, para juniornya yang tergabung dalam grup metal : Avenged Sevenfold merilis lagu tentang Gale & Dimebag yang diberi judul "Betrayed", yang tercantum dalam album “City of Evil”. Pada tahun 2006, nggak ketinggalan Nickelback ngerilis lagu tentang kematian Dimebag, "Side of a Bullet", dalam album “All The Right Reasons.”

Gua pun ikut berduka. Lebih kecewa lagi mendengar rumours bahwa pembunuhan terhadap Dimebag sebenarnya didalangi oleh Al Qaeda. Cuma lantaran Osama bin Laden merasa tersaingi oleh Dimebag, yang ikut2an memelihara cambang dan janggut, yang tampak lebih subur dari cambang dan janggut yang sedari muda dipelihara oleh pentolan kelompok teroris itu.(eap)

2 comments:

deni buzzil said...

alus pisan nya bang dean razrobackna

konde said...

beng nu vulgar display aya di urang keneh yeuh,,keu dibalikkeun nya...beusi ditanya ku osama...