Skip to main content
Ode To Ritchie Blackmore

Entah apa yang menggerakkan hati untuk : mendengarkan Soldier Of Fortune.

Tak tahu apa, yang senantiasa menggenangkan air di pelupuk mata, setiap terlantun : When a Blind Man Cries.

Photobucket - Video and Image Hosting

Dan bila denting intro Rainbow Eyes dan melodi Catch the Rainbow mengalun di kuning senja, sesuatu yang dingin dan sunyi biasanya menyergap dada ini.

...we believed we catch the rainbow
ride the wind to the sun,
sail away on ships of wonder,
but life's not a wheel,
with chains made of steel

Photobucket - Video and Image Hosting

so bless me...


***

Ada kalanya malam-malam pun bergetar. Waktu riff gitarnya meraungkan Smoke On The Water, melengkingkan Child In Time, meneriakkan Highway Star dan meletupkan Stormbringer.

Photobucket - Video and Image Hosting

Laki-laki kesepian ini, tiba-tiba mengerti, meski dalam sepi dan kering seperti ini : diri masihlah seorang lanang. Seekor srigala yang duduk, harimau yang lelah, tapi setiap saat boleh saja mengaum, menggigit, merangsek, bersetubuh bagai seekor singa terluka.

***
Musim berganti, dan berapa ribu senja kami lewati bersamamu, tapi masih hening yang itu yang kami cintai.

Berapa orang lewat dan bernyanyi, tapi cuma engkau yang kami undang ke atas panggung, demi membakar amplifier Marshall ini.

Yeah, Thank You Mr. Ritchie....kesepian dan kegersangan ini adalah persembahanmu bagi dunia yang semakin tua.

Sekali lagi kami kuyup dan mengangkat gelas, menari dendangkan bersama :

You’re a high ball shooter
You make it easy to see
High ball shooter
You sure ripped the low ones off me !

Photobucket - Video and Image Hosting

You’re a high ball shooter
You make it easy to see
High ball shooter
You sure ripped the low ones off me
’cause you’re a high ball shooter
You make it easy to see
High ball shooter
You sure ripped the low ones off me !

Comments

Popular posts from this blog

MUSIK STONES DAN ORANG KITA

Pertamakali saya melihat gambar lidah melet ukuran besar itu, dikamar paman saya. Dibawahnya ada tulisan yang ketika itu saya eja : de ro ling setun, kol me sir, yu ar bastard. Waktu itu saya mengira-ngira, apa kira-kira arti dari kalimat yang tertulis dibawah lidah melet itu. Apa pula logo lidah melet itu ? Logo toko blue jeans langganan paman-kah ? Atau stiker yang sengaja dibuat untuk sekadar ditempel di angkot dan oplet ?

Imej lidah melet itu, akhirnya saya kaitkan dengan imej paman, yang kerap berpakaian ngoboy, dan kerap datang ke rumah kakek dalam keadaan teler. Pernah suatu kali, saya menyaksikan paman menghardik kakek-nenek, karena minta dibelikan motor. Belum cukup segitu, paman yang anak bungsu itu mengejar-ngejar nenek dalam keadaan mabuk, sambil mengancam. Wah, nenek saya langsung berkata,”Dasar anak nakal, kau ...tak bahagia kau seumur hidup nanti !” Maka, kontan saja saya beranggapan, ooooh, lidah melet itu logo seseorang, atau tanda kelompok orang-orang yang melawan o…

KISAH SEJATI JASON BECKER

One night I dreamed I was running. 
When I woke up I forgot I had a limp, 
so I walked totally normal until I remembered, 'oh, yeah, I have a limp'. 
Then I immediately stumbled. 
That showed me that if you have control over your mind, 
you can do anything…”
-JASON BECKER

Temen-temen saya yang gitaris rata-rata kenal Jason Becker. Saya termasuk yang sangat antusias mempromosikan permainan Jason, sering ngambil referensi dari dia, setiap saya dan beberapa temen yang gitaris ngobrol di studio atau ketika nyantei di kafe. Jason Becker adalah gitaris Amrik yang brilian. Usia 16 tahun dia sudah dikenal sebagai salah satu virtuoso dan gitaris berbakat besar. Saat 17-18 tahun dia sudah merilis album yang betul-betul berkualitas, seperti Speed Metal Symphony (1987) & Go Off (1988). Saya termasuk kolektor yang beruntung, bisa mengoleksi dua masterpiece Jason Becker bareng kelompoknya (Cacophony) itu, tambah mengoleksi album solonya Perpetual Burn (1988). Di album Perpetual Burn inilah Ja…

DRAMA TRAGIS KEMATIAN DIMEBAG DARRELL

Musicians tend to get bored playing the same thing over and over, so I think it's natural to experiment.
-Dimebag Darrell, gitaris kelompok Trash Metal legendaris Panthera

Selesai botakan waktu SMA, kawan-kawan menyebut saya mirip dengan Philip Anselmo, sang vokalis Pantera. Kendati nge-fans sama lagu-lagu dari album Cowboy From Hell dan Vulgar Display Of Power, sesungguhnya saya nggak nge-fans sama tongkrongannya beliau. Serem dan angker. Mirip seorang tetangga saya yang oknum berseragam, yang galak dan egois sama tetangga kanan-kiri (suka parkir mobil sembarangan dan bikin mobil bokap susah masuk garasi rumah sendiri- red). Tiap lihat Philip Anselmo jadi inget juga sama beliau. Oknum edan yang lupa, bahwa bikin susah tetangga itu sama dengan penyelewengan sumpahnya sebagai pengayom.

Untunglah wajah personil Pantera nggak semuanya mirip Anselmo. Sehingga yang lainnya tidak menjadi sasaran pelampiasan kebencian saya. Malahan, ada kakak beradik Abbott- Darrell “Dimebag” Lance &…