Friday, September 01, 2006

DONGENG TENTANG JON "NAPOLEON" ANDERSON



If I can find somebody to work with I will.

-Jon Anderson

Adik-adik pembaca Rockabilia yang budiman, pada hari ini kakak ingin mendongeng tentang seorang vokalis kenamaan, lead vocal kelompok Rock Progressive Yes : Jon Anderson. Nah, pasti sudah banyak yang kenal kan. Itu tuh, yang vokalnya mirip2 : Robert Plant, vokalisnya Led Zep.

Kak Edy pertama kali denger suara Jon Anderson waktu masih di SD. Lagu yang dia bawain judulnya : Owner of a lonely heart. Lagu itu terkenaaaal banget. Sampe2, grup Rock asal Bandung, Rudal Rock Band yang dimotori Babon (gitar), Dadan Buzil (Bass), Deden (Vokal) dan Joe Budy (Drum) niru intro lagu Yes jaman 84-an (hasil kerja Trevor Rabin, gitaris pengganti Steve Howe, gitaris kedua Yes) itu, dalam lagu mereka di album “Slighting The World”. Satu-satunya album grup rock kota kembang yang liriknya kayak bahasa Inggris anak SMP.

Jon Anderson lahir bulan Oktober tanggal 25 tahun 1944. Selain bareng Yes, Jon bikin juga proyek solo dan duo “Jon & Vangelis.” Salah satu proyek additional musician-nya yang terkenal adalah proyek additional-nya bareng Kitaro di album “Dream.”

Doi lahir dengan nama John Roy Anderson di kota kecil Accrington, Lancashire, England, dari pasangan Irlandia, Albert dan Kathleen Anderson. Waktu doi tenar, dia buang huruf 'h' dari nama depannya, soalnya doi punya keinginan namanya bukan John melainkan Jonathan. Pengennya Jonathan Roy Anderson kali.

Jon sekolah di St.John Infants School di Accrington, dan memulai pergaulannya dengan musik dalam sebuah grup band cilik, di mana ia banyak menyanyikan lagu ciptaan Lonnie Donegan, musisi folk jazz Inggris yang banyak mencetak hits di medio 40-50-an.

Jon ninggalin sekolahnya di usia 15 tahun, dan memulai bekerja dari sebagai tukang kebun, petugas peternakan, supir, sampai tukang nganterin susu. Boleh juga mandirinya. Tapi, sebaiknya adik-adik pembaca Rockabilia tidak mengikuti jejak Jon keluar dari sekolah, hanya karena lantaran pengen jadi rocker kayak dia. Mending kalau lulus jadi rocker. Kalau akhirnya nggak kan payah. Sudah gagal jadi penyanyi, gagal studi, ujung-ujungnya...tahu sendirilah. Banyak contoh di kiri-kanan kita.

Oh ya, laki-laki asal Accrington ini juga sempet menjajagi karier sepakbola, dengan rajin latihan bersama klub : Accrington Stanley F.C. Dia keluar dari klub karena memang nggak ngerasa yakin bakal jadi pemain top.

Tahun 1962, hampir bersamaan dengan kelahiran Aa Gym, Jon gabung sama The Warriors, di mana si Jon dan Tony, kakaknya, bergantian jadi vokalis. 5 tahun kemudian (1967), Jon cabut dari The Waria...eh, the Warriors trus bikin dua single solo di tahun 1968 dengan nama samaran Hans Christian Anderson, dan diiringi sama band yang punya nama : The Gun and The Open Mind.

Musim semi tahun 1968 itu, Jon ketemu bassist Chris Squire dan bergabung untuk membentuk sebuah grup yang diberi nama : Mabel Greer's Toyshop. Baru belakangan ikut gabung Peter Banks (gitaris pertama Yes).

Jon jadi frontman grup yang namanya mirip2 dengan nama toko mainan itu. Mungkin karena sebel sama nama norak itu, Jon cabut dari grup, setelah musim semi tahun 1968 bergantikan dengan musim buah duren (mungkin, Kak Edy nggak tahu pasti). Di situs pribadinya Jon bilang bahwa band dengan nama toko mainan itu nggak bikin dia enjoy sebab : “too many drugs, not enough fun !”

Yes Years

Jon, Squire dan Banks kemudian bikin grup Yes, dan ikut gabung juga Bill Bruford dan kibordis Tony Kaye. Debut album Yes dirilis tahun 1969, tiga tahun setelah para pahlawan revolusi diculik oleh PKI. Dia betah di grup itu sampai tahun 1979, dan tahun-tahun itu dikenal dengan sebutan “the classic period of Yes.” Jon jadi leader creative dalam tahun-tahun tersebut. Dalam tempo 10 tahun itu Yes dikenal dengan ciri khasnya sebagai band dengan lagu-lagu epik, bisa dietemui semacam di album Close To The Edge, Awaken dan spesial banget album The Gates Delirium. Sebagai vokalis yang juga pengarah kreatif musikalisasi Yes, aneh juga sih, justru di tahun-tahun itu grup Yes banyak menampilkan permainan instrumental yang legendaris. Denger aja Starship Trooper, Into The Lens atau Close to The Edge. Beuh, itu Yes musikalisasinya ruamiit buanget. Konon ada kawan paman Kak Edy yang rontok rambut, terserang insomnia, gara-gara gagal ngulik dan dijauhi temen-temen band sebab ngajak mereka maenin lagu-lagu itu

Tahun 1979 sampe 1983 Yes vakum. Jon Anderson kecewa karena tim nasional Inggris nggak masuk final World Cup 1978, sehingga sebagai bentuk kekecewaan dia pun memilih non-aktif dari band. Yang lain bukannya cari vokalis baru. Malah ikut-ikutan ngerasa kecewa, dan memilih untuk bikin solo dan kerjaan-kerjaan remeh di luar Yes. Di antara pekerjaan remeh mereka adalah : ngebantuin rocker serupaning : Ozzy Osbourne, bikin soundtrack film Christie (Jon sama John Paul Jones, bassist Led Zep), dan lain-lain.

Yes muncul lagi tahun 1983- dengan Owner of a lonely heart-nya, sampe tahun 1988. Tahun 1989, Jon bikin AWBH, grup yang diambil dari nama-nama purnawirawan grup Yes : Anderson, Wakeman, Bruford dan Howe. Lho, bassistnya mana ? Kalem ya adik-adik, bassist yang ngiringi kelompok ini pun bukan bassist sembarangan. Namanya, Tony Levin. Bassist yang pernah maen bareng Bruford di King Crimson. Pernah denger AWBH atau Peter Gabriel atau lagu Sanatorium-nya Metallica di album a tribute to Metallica ? Coba deh adik-adik simak. Disitulah kamu bakal mendengarkan permainan dahsyat Tony Levin.

Setelah sukses bareng AWBH, member Yes yang lain pengen bikin album tanpa Jon. Materi udah disiapin, tapi sampai tahun 1992 itu album Yes tanpa Jon Anderson nggak nongol-nongol juga.

Kenapa sih nggak mau maen bareng Jon lagi ? Tahu nggak, nickname Napoleon yang disematkan sama temen-temen Jon lain terhadap Jon ?

Jon itu konon suka maksain ide kontroversial yang nggak disukai ama temen-temennya. Ide kontroversial itu misalnya : ngerekam album Tales From Topographic Oceans sambil ngambil efek suara dari hewan-hewan peliharaannya, yang kemudian bikin error salah satu kibord Rick Wakeman. Kebayang itu kibord dapet beli mahal-mahal, dirusak cuma gara-gara anjing peliharaan temen yang ikut rekaman. Gimana Wakeman nggak kesel coba ? Trus percobaannya untuk meng-install peralatan rekaman di kamar mandi, dengan alasan pengen dapet efek vokal yang lain dari gaung bathroom. Huh, personil lain lama-lama capek denger dan ngikutin ide-ide gilanya.

Anderson's Style

Vokal Jon sering disebut-sebut sebagai mirip suara malaikat. Terlalu mengada-ada memang yang ngasih julukan gitu. Sebab, yang ngasih julukan bukan nabi yang emang jelas-jelas pernah ngobrol sama malaikat.

Teknik vokalnya banyak diikutin oleh vokalis-vokalis keren setelahnya seperti : Sting, Steven Tyler dan Hugh Wilson dari Vertigo (grup yang sering sakit kepala setiap habis konser). Di Indonesia, vokal jenis begini dimiliki juga oleh Chrisye, Once dan vokalis Cynomadeus & band-nya Baron, Arry Sapriyadi

Lirik-lirik yang ditulis Jon kebanyakan berbau mistik. Karena itu dia sempet pula ngisi acara “Another World” (Dunia Lain), di salah satu TV lokal Inggris. Lirik-liriknya banyak dipengaruhi oleh buku-buku kegemaran Jon seperti : buku-buku Tolstoy semacam War and Peace. Lirik-liriknya pun kerap diidentikkan dengan semangat environmentalism, pacifism dan pemuja dewa matahari.

Jon Life's

Jon Anderson adalah perokok berat. Dari tahun 1960-an sampe akhir 1970-an, Jon menggemari Benson & Hedges. Sebelum tampil suka meditasi sambil bawa-bawa kristal dan pendulum, yang mana latihannya dia mulai sejak tahun 1980. Sekarang, karena terpengaruh budaya sunda yang gemar makan lalab, Jon jadi seorang vegetarian.

Selain jadi vokalis Yes si Jon sibuk juga bikin projek musik seumpama soundtrack, sebagaimana pernah dia lakoni di film St. Elmo's Fire. Tahun 1999, Jon Anderson bikin album spiritual dengan band -nya 4HIM. Jejak yang kemudian diikuti oleh Opick di Indonesia itu melambungkan single : The Only Thing I Need.

Anak-anaknya juga jadi musisi. Yang pertama, Deborah Anderson nyanyi buat grup musik aliran Electronic, Telepopmusik, yang tahun lalu merilis sebuah album berjudul “Angel Milk.” (Malaikat Susu).

Yang Kedua, Jade Anderson ngerilis album pertamanya di Jepang, sementara yang bontot Damion Anderson jadi musisi jazz. Belum bikin album. Soalnya masih SMU dan butuh banyak belajar. (Sok tahu banget sih gue, norak !)

Nah, itulah akhir ceritanya. Kapan-kapan, kakak sambung lagi dengan tokoh atau grup musik yang lain. Salam Rock, Yeah !