Skip to main content

VAN HALEN YANG BIKIN PENASARAN

Van Halen Yang Bikin Penasaran

Sebagai musisi kugiran, satu hal yang belum kesampean buat saya sampai sekarang adalah : maenin satu aja lagunya Van Halen secara utuh (red: sampe beres). Udah banyak temen yang maen ama saya, rata-rata emoh membawakan lagu-lagu dari band yang dimotori dua bersaudara : Alex Van Halen (drum) dan Edward Van Halen (gitar) itu.

Alesannya ada beberapa. Satu, gitarannya ribet. Dua, susah ngompakin maenin lagu-lagu mereka. Tiga, dan ini alesan saya : susah banget niruin vokal David Lee Roth (Van Halen frontman 1974-1985, 1996-1997, 2007-s/d sekarang), juga vokalnya Sammy Hagar (Van Halen frontman 1985-1996, 2004-2006). Kalo Gary Cherone-mah kayaknya nggak perlu masuk itungan yah, meskipun dia pernah jadi frontman-nya Van Halen pada tahun 1997-1999.

Alesan pertama sulitnya saya ama band-band yang pernah saya masuki untuk maenin Van Halen adalah ribetnya permainan gitar Eddie Van Halen. Gitaris yang lahir 26 Januari 1955 di Amsterdam,Belanda, itu bener-bener sulit ditiru kreasinya, baik dari segi teknik maupun sound-nya. Pendiri Van Halen ini punya andil mempopulerkan teknik two-handed tapping dan whammy bar yang busyet ! Musisi lainpun sebetulnya ada yang pernah nyoba memainkan teknik ini. Di awal 70-an, Steve Hackett pernah nyoba memainkan teknik tersebut (coba dengerin album Genesis : Selling England by The Pound). Tapi, tapping a la Eddie Van Halen adalah sesuatu yang lain. Begitu perkusif, penuh terobosan dalam note dan efek, yang artinya penuh terobosan juga dalam pembaharuan sound.

Photobucket - Video and Image Hosting

Richard Nugroho, kawan saya semasa SMA, mengakui bahwa memang two-handed tapping itu masih bisa ditiru, but untuk memainkannya utuh dalam sebuah komposisi, ppfff...susahnya minta ampun. Untuk mengulik materi gitar buat satu lagu Van Halen, diperlukan kerja keras dan badan kering sehari-semalam (nggak mandi). Cari chord, cari riff-nya, cari melodic-nya, abis itu nyari sound-nya, merupakan pekerjaan menyiksa buat Richard yang gitaris. Huh, bisa nggak kuliah atau lupa ngapel kalo sudah ngulik Van Halen. Apalagi kalo yang diuliknya lagu macam : Jump, Mine All Mine atawa Human Being, lagu soundtrack film Twister itu.

Biarpun elo punya Frankenstrat komplit ama efek Evantide H3000 Intelligent Harmoniser plus amplifikasi Peavey 5150-nya, elo belum tentu bisa memainkan lagu-lagu Van Halen ! - kata Richard menambahkan.

Alesan kedua beratnya membawakan komposisi Van Halen secara utuh adalah masalah ngompakinnya dalam latihan band. Komposisi yang penuh bridge, membuat sebuah band kugiran perlu konsentrasi penuh dalam memainkan sebuah materi lagu dari Van Halen. Muammar, drummer band saya semasa kuliah mengaku gempor, dan sulit menikmati loncatan-loncatan tempo dalam lagu-lagunya Van Halen. Repel-nya berat, kata dia. Abis itu, dibutuhkan komunikasi hati antara dia ama pemegang instrumen lain, teristimewa pemain bass.

Photobucket - Video and Image Hosting

Itungan-itungan lagu Van Halen sulit untuk dicerna secara spontan dan manual. Perlu megang atau liat score saat memainkannya, sehingga lagu-lagu yang diusung dalam latihan nggak meleset kemana-mana. Wuih, berkeringat memang saat mengompakkan sebuah lagu yang pernah diusung oleh Van Halen. Padahal, kalo sepintas ngedengerin di kaset : beat lagu-lagu Van Halen itu kayaknya enggak begitu berat. Nggak seberat Rush, misalnya.

Alesan ketiga adalah alesan saya pribadi. Beuh, susah pisannn meniru vokal David Lee Roth dan Sammy Hagar teh ! Yang pertama ekspresif dan punya nilai plus saat menjangkau nada-nada tinggi, yang kedua terus-terusan nyosor di nada-nada tinggi. Tapi, kalo dibanding dengan dua alesan sebelumnya, kendala ketiga ini masih mungkin diatasi. Walaupun, sampai saat ini saya belum pernah bisa mengatasinya. He he he...baru ada di kepala doang. Belum aplikasi.

Photobucket - Video and Image Hosting

Sampe saat ini, saya masih menunggu-nunggu beberapa orang kawan yang mau cukup tabah mengulik beberapa komposisi dari Van Halen, lalu memainkannya dalam sebuah latihan ataupun pementasan. Saya pengen nyanyiin Running With The Devil, You Really Got Me, Jump, Dream ataupun Human Being. Kalo cuma didenger sih kayaknya memungkinkan maenin lagu Van Halen itu. Tapi begitu masuk bareng-bareng secara full band, kok kayaknya mentok dan nggak asyik ngebawain lagunya Van Halen itu. Hmm, masih penasaran saya...

Comments

joker said…
makin kesini makin ruet ja maennya edi van halen itu laen ama ingwi ato gitaris impelliteri...eddie vh emang top bgt

Popular posts from this blog

MUSIK STONES DAN ORANG KITA

Pertamakali saya melihat gambar lidah melet ukuran besar itu, dikamar paman saya. Dibawahnya ada tulisan yang ketika itu saya eja : de ro ling setun, kol me sir, yu ar bastard. Waktu itu saya mengira-ngira, apa kira-kira arti dari kalimat yang tertulis dibawah lidah melet itu. Apa pula logo lidah melet itu ? Logo toko blue jeans langganan paman-kah ? Atau stiker yang sengaja dibuat untuk sekadar ditempel di angkot dan oplet ?

Imej lidah melet itu, akhirnya saya kaitkan dengan imej paman, yang kerap berpakaian ngoboy, dan kerap datang ke rumah kakek dalam keadaan teler. Pernah suatu kali, saya menyaksikan paman menghardik kakek-nenek, karena minta dibelikan motor. Belum cukup segitu, paman yang anak bungsu itu mengejar-ngejar nenek dalam keadaan mabuk, sambil mengancam. Wah, nenek saya langsung berkata,”Dasar anak nakal, kau ...tak bahagia kau seumur hidup nanti !” Maka, kontan saja saya beranggapan, ooooh, lidah melet itu logo seseorang, atau tanda kelompok orang-orang yang melawan o…

KISAH SEJATI JASON BECKER

One night I dreamed I was running. 
When I woke up I forgot I had a limp, 
so I walked totally normal until I remembered, 'oh, yeah, I have a limp'. 
Then I immediately stumbled. 
That showed me that if you have control over your mind, 
you can do anything…”
-JASON BECKER

Temen-temen saya yang gitaris rata-rata kenal Jason Becker. Saya termasuk yang sangat antusias mempromosikan permainan Jason, sering ngambil referensi dari dia, setiap saya dan beberapa temen yang gitaris ngobrol di studio atau ketika nyantei di kafe. Jason Becker adalah gitaris Amrik yang brilian. Usia 16 tahun dia sudah dikenal sebagai salah satu virtuoso dan gitaris berbakat besar. Saat 17-18 tahun dia sudah merilis album yang betul-betul berkualitas, seperti Speed Metal Symphony (1987) & Go Off (1988). Saya termasuk kolektor yang beruntung, bisa mengoleksi dua masterpiece Jason Becker bareng kelompoknya (Cacophony) itu, tambah mengoleksi album solonya Perpetual Burn (1988). Di album Perpetual Burn inilah Ja…

DRAMA TRAGIS KEMATIAN DIMEBAG DARRELL

Musicians tend to get bored playing the same thing over and over, so I think it's natural to experiment.
-Dimebag Darrell, gitaris kelompok Trash Metal legendaris Panthera

Selesai botakan waktu SMA, kawan-kawan menyebut saya mirip dengan Philip Anselmo, sang vokalis Pantera. Kendati nge-fans sama lagu-lagu dari album Cowboy From Hell dan Vulgar Display Of Power, sesungguhnya saya nggak nge-fans sama tongkrongannya beliau. Serem dan angker. Mirip seorang tetangga saya yang oknum berseragam, yang galak dan egois sama tetangga kanan-kiri (suka parkir mobil sembarangan dan bikin mobil bokap susah masuk garasi rumah sendiri- red). Tiap lihat Philip Anselmo jadi inget juga sama beliau. Oknum edan yang lupa, bahwa bikin susah tetangga itu sama dengan penyelewengan sumpahnya sebagai pengayom.

Untunglah wajah personil Pantera nggak semuanya mirip Anselmo. Sehingga yang lainnya tidak menjadi sasaran pelampiasan kebencian saya. Malahan, ada kakak beradik Abbott- Darrell “Dimebag” Lance &…