Sunday, February 18, 2007

VAN HALEN YANG BIKIN PENASARAN

Van Halen Yang Bikin Penasaran

Sebagai musisi kugiran, satu hal yang belum kesampean buat saya sampai sekarang adalah : maenin satu aja lagunya Van Halen secara utuh (red: sampe beres). Udah banyak temen yang maen ama saya, rata-rata emoh membawakan lagu-lagu dari band yang dimotori dua bersaudara : Alex Van Halen (drum) dan Edward Van Halen (gitar) itu.

Alesannya ada beberapa. Satu, gitarannya ribet. Dua, susah ngompakin maenin lagu-lagu mereka. Tiga, dan ini alesan saya : susah banget niruin vokal David Lee Roth (Van Halen frontman 1974-1985, 1996-1997, 2007-s/d sekarang), juga vokalnya Sammy Hagar (Van Halen frontman 1985-1996, 2004-2006). Kalo Gary Cherone-mah kayaknya nggak perlu masuk itungan yah, meskipun dia pernah jadi frontman-nya Van Halen pada tahun 1997-1999.

Alesan pertama sulitnya saya ama band-band yang pernah saya masuki untuk maenin Van Halen adalah ribetnya permainan gitar Eddie Van Halen. Gitaris yang lahir 26 Januari 1955 di Amsterdam,Belanda, itu bener-bener sulit ditiru kreasinya, baik dari segi teknik maupun sound-nya. Pendiri Van Halen ini punya andil mempopulerkan teknik two-handed tapping dan whammy bar yang busyet ! Musisi lainpun sebetulnya ada yang pernah nyoba memainkan teknik ini. Di awal 70-an, Steve Hackett pernah nyoba memainkan teknik tersebut (coba dengerin album Genesis : Selling England by The Pound). Tapi, tapping a la Eddie Van Halen adalah sesuatu yang lain. Begitu perkusif, penuh terobosan dalam note dan efek, yang artinya penuh terobosan juga dalam pembaharuan sound.

Photobucket - Video and Image Hosting

Richard Nugroho, kawan saya semasa SMA, mengakui bahwa memang two-handed tapping itu masih bisa ditiru, but untuk memainkannya utuh dalam sebuah komposisi, ppfff...susahnya minta ampun. Untuk mengulik materi gitar buat satu lagu Van Halen, diperlukan kerja keras dan badan kering sehari-semalam (nggak mandi). Cari chord, cari riff-nya, cari melodic-nya, abis itu nyari sound-nya, merupakan pekerjaan menyiksa buat Richard yang gitaris. Huh, bisa nggak kuliah atau lupa ngapel kalo sudah ngulik Van Halen. Apalagi kalo yang diuliknya lagu macam : Jump, Mine All Mine atawa Human Being, lagu soundtrack film Twister itu.

Biarpun elo punya Frankenstrat komplit ama efek Evantide H3000 Intelligent Harmoniser plus amplifikasi Peavey 5150-nya, elo belum tentu bisa memainkan lagu-lagu Van Halen ! - kata Richard menambahkan.

Alesan kedua beratnya membawakan komposisi Van Halen secara utuh adalah masalah ngompakinnya dalam latihan band. Komposisi yang penuh bridge, membuat sebuah band kugiran perlu konsentrasi penuh dalam memainkan sebuah materi lagu dari Van Halen. Muammar, drummer band saya semasa kuliah mengaku gempor, dan sulit menikmati loncatan-loncatan tempo dalam lagu-lagunya Van Halen. Repel-nya berat, kata dia. Abis itu, dibutuhkan komunikasi hati antara dia ama pemegang instrumen lain, teristimewa pemain bass.

Photobucket - Video and Image Hosting

Itungan-itungan lagu Van Halen sulit untuk dicerna secara spontan dan manual. Perlu megang atau liat score saat memainkannya, sehingga lagu-lagu yang diusung dalam latihan nggak meleset kemana-mana. Wuih, berkeringat memang saat mengompakkan sebuah lagu yang pernah diusung oleh Van Halen. Padahal, kalo sepintas ngedengerin di kaset : beat lagu-lagu Van Halen itu kayaknya enggak begitu berat. Nggak seberat Rush, misalnya.

Alesan ketiga adalah alesan saya pribadi. Beuh, susah pisannn meniru vokal David Lee Roth dan Sammy Hagar teh ! Yang pertama ekspresif dan punya nilai plus saat menjangkau nada-nada tinggi, yang kedua terus-terusan nyosor di nada-nada tinggi. Tapi, kalo dibanding dengan dua alesan sebelumnya, kendala ketiga ini masih mungkin diatasi. Walaupun, sampai saat ini saya belum pernah bisa mengatasinya. He he he...baru ada di kepala doang. Belum aplikasi.

Photobucket - Video and Image Hosting

Sampe saat ini, saya masih menunggu-nunggu beberapa orang kawan yang mau cukup tabah mengulik beberapa komposisi dari Van Halen, lalu memainkannya dalam sebuah latihan ataupun pementasan. Saya pengen nyanyiin Running With The Devil, You Really Got Me, Jump, Dream ataupun Human Being. Kalo cuma didenger sih kayaknya memungkinkan maenin lagu Van Halen itu. Tapi begitu masuk bareng-bareng secara full band, kok kayaknya mentok dan nggak asyik ngebawain lagunya Van Halen itu. Hmm, masih penasaran saya...

1 comment:

joker said...

makin kesini makin ruet ja maennya edi van halen itu laen ama ingwi ato gitaris impelliteri...eddie vh emang top bgt