Skip to main content
Gothik Malam Edan

Awang mengirimkan sebuah CD ke rumah saya, hari sabtu kemarin. Dia adalah pembaca blog saya-ya rockabilia ini- yang sempet komunikasi via e-mail dengan saya. Surprise pisan, jauh-jauh dari Johor Bahru,Malaysia, hanya buat mengirimkan sebuah CD album paling gress dari Kumpulan Search, Gothik Malam Edan. Pasti lah inget ama Search. Mereka pernah bikin gempar panggung musik negeri ini, lewat lagu slow rock mendayu-dayunya : Isabella dan Fantasia Bulan Madu.

Photobucket - Video and Image Hosting

Ceritanya, pas chat dan komunikasi via e-mail itu, saya minta informasi soal rekaman rock apa yang lagi jadi buah bibir di negeri jiran tersebut. Nggak banyak basa-basi, Awang nyebutin judul album : Gothik Malam Edan-nya Search. Judul yang aneh kedengarannya, dan menurut Awang, membikin banyak penggemar Search yang protes keras atas materi lagu di album yang diproduseri Edrie Hashim itu. Kenapa protes ?-tanya saya. Menurut Awang, itu album laen banget ama album Search yang biasanya pasang beat rock n roll abis (tuk lagu keras) atau selalu masang lagu best cut a la Isabella, Gadisku, Hilang Dalam Terang, yang menjadi menu wajib grup-grup rock asal Malaysia.

Saya bilang itu album nggak diedarin di sini. Kalo Encik suka, sudilah mengirimkan sebuah untuk saya, biar nanti saya ganti ongkosnya-pinta saya. Alhasil, datang juga tu album sabtu kemaren, bahkan disertai dengan nota : saya nggak perlu bayar. Wah, rejeki nomplok nih, jerit hati saya.

25 tahun malang-melintang di dunia musik, rupanya Search ingin melakukan revolusi terhadap citra bermusiknya selama ini. Gimana enggak, di album Gothik Malam Edan tersebut, Search betul-betul mengurangi lagu-lagu mellow, menggantinya dengan lagu-lagu bermelodi keras seperti Gothik Malam Edan, Irama Marakas, Yin dan Yang, Memoria Anna atau Gurindam Cinta Khayyam. Edanlah pokoknya. Kalo dibanding-banding, album terbaru kelompok cadas dalam negeri seperti : /rif, Boomerang, bahkan Edane-pun masih kalah keras dibandingkan album ke-25 kelompok yang dimotori oleh vokalis bersuara tenor : Suhaimi Abdurrahman alias Amy Search itu.

Photobucket - Video and Image Hosting

Kalo ditilik-tilik, ada beberapa aliran Metal yang mempengaruhi penggarapan album Gothik Malam Edan ini. Ada warna Progressive Metal a la Dream Theater, ada gaya Heavy Metal a la Loudness ataupun mbah-nya Horror Metal : Ozzy Osbourne. Minus kibord, sedikit banyak Search menyerap pula melodi-melodi keras dari grup-grup Metal generasi baru seperti : Rhapsody Of Fire, Symphony X ataupun Arch Enemy. Sungguh pilihan yang ekstrim memang, mengingat imej Search sebagai kelompok yang notabene mempunyai hits-hits yang mellow alias mendayu-dayu.

Menyimak perbedaan yang memang sungguh ekstrim itu, saya melihat peran Edrie Hashim, sang produser sekaligus Arranger, atau juga peran sang gitaris, Hillary Ang, yang memang cukup menonjol dalam mereformasi musik Search. Edrie Hashim yang usianya masih dibawah 30 itu, jelas mempunyai referensi, pengetahuan dan ide yang lebih segar daripada produser Search terdahulu : M.Nasir.

Photobucket - Video and Image Hosting

Adapun Hillary Ang, sang gitaris dan pendiri Search yang pernah bahu-membahu bersama personil pendiri Search seperti : Yazid (drum), Nasir (Bass) dan Zainal (vokalis pertama Search), banyak memberi sentuhan baru kedalam musik Search di usianya yang ke-25 ini, terutama lewat riff-riff-nya yang sangar dan tak lazim. Gitaris senior yang kepiawaiannya hanya bisa ditandingi oleh Man Kidal (Lefthanded) dan Joe (Wings),gitaris senior lainnya di negeri jiran itu, membuat lagu-lagu seperti : Gothik Malam Edan, Memoria Anna, Yin & Yang dan Irama Marakas terdengar heavy dan kelam. Ang bagaikan Toni Iommi (gitaris Black Sabbath), saat merancang dan memainkan riff di lagu-lagu cadasnya Sabbath seperti : Paranoid, Iron Man, N.I.B atau War Pig.

Jerih-payah Search selama 2 bulan penggarapan album terkerasnya ini ternyata berbuah penobatan album terbaik 2006 dari Malay Mail. Kendati banyak penggemar lamanya mengecam materi album Gothik Malam Edan ini, ternyata tak membuat Malay Mail urung dari menahbiskan album tersebut sebagai album terbaik 2006.

Keberhasilan Search sebagai kelompok rock senior negeri jiran tersebut dalam revolusi bermusiknya, sebetulnya bisa menjadi cermin bagi kelompok-kelompok rock Indonesia, untuk mau berupaya membuat suatu kreasi yang lain. Apa nggak malu ama Search,yang di usianya yang ke-25 -Search berdiri tahun 1981 dan udah bikin 20 album !- masih bersemangat buat menggarap sesuatu yang baru, dan lebih full power ketimbang junior-juniornya ? Suatu energi yang sungguh luar biasa, jika kita menilik usia Hillary Ang, Nasir sang bassist, Yazid sang drummer atau Amy Search sendiri. Nggak ada satu pun diantara mereka yang belum masuk usia di atas 40 tahun, tapi menyimak Gothik Malam Edan, mereka seolah-olah dua puluh tahun lebih muda.

Lebih jauh dari itu, sebagai pionir rocknegeri jiran, dengan dirilisnya Gothik Malam Edan ini, maka Search membuktikan sekali lagi, bahwa tanpa mereka, Malaysia tak akan mengenal rock !

Comments

rofik said…
sagala didenge ente mah
indra kh said…
Teu nyangka Search bisa maenkeun musik jiga Gothic Malam Edan jeung Irama Marakas, uedun euuy

Popular posts from this blog

MUSIK STONES DAN ORANG KITA

Pertamakali saya melihat gambar lidah melet ukuran besar itu, dikamar paman saya. Dibawahnya ada tulisan yang ketika itu saya eja : de ro ling setun, kol me sir, yu ar bastard. Waktu itu saya mengira-ngira, apa kira-kira arti dari kalimat yang tertulis dibawah lidah melet itu. Apa pula logo lidah melet itu ? Logo toko blue jeans langganan paman-kah ? Atau stiker yang sengaja dibuat untuk sekadar ditempel di angkot dan oplet ?

Imej lidah melet itu, akhirnya saya kaitkan dengan imej paman, yang kerap berpakaian ngoboy, dan kerap datang ke rumah kakek dalam keadaan teler. Pernah suatu kali, saya menyaksikan paman menghardik kakek-nenek, karena minta dibelikan motor. Belum cukup segitu, paman yang anak bungsu itu mengejar-ngejar nenek dalam keadaan mabuk, sambil mengancam. Wah, nenek saya langsung berkata,”Dasar anak nakal, kau ...tak bahagia kau seumur hidup nanti !” Maka, kontan saja saya beranggapan, ooooh, lidah melet itu logo seseorang, atau tanda kelompok orang-orang yang melawan o…

KISAH SEJATI JASON BECKER

One night I dreamed I was running. 
When I woke up I forgot I had a limp, 
so I walked totally normal until I remembered, 'oh, yeah, I have a limp'. 
Then I immediately stumbled. 
That showed me that if you have control over your mind, 
you can do anything…”
-JASON BECKER

Temen-temen saya yang gitaris rata-rata kenal Jason Becker. Saya termasuk yang sangat antusias mempromosikan permainan Jason, sering ngambil referensi dari dia, setiap saya dan beberapa temen yang gitaris ngobrol di studio atau ketika nyantei di kafe. Jason Becker adalah gitaris Amrik yang brilian. Usia 16 tahun dia sudah dikenal sebagai salah satu virtuoso dan gitaris berbakat besar. Saat 17-18 tahun dia sudah merilis album yang betul-betul berkualitas, seperti Speed Metal Symphony (1987) & Go Off (1988). Saya termasuk kolektor yang beruntung, bisa mengoleksi dua masterpiece Jason Becker bareng kelompoknya (Cacophony) itu, tambah mengoleksi album solonya Perpetual Burn (1988). Di album Perpetual Burn inilah Ja…

DRAMA TRAGIS KEMATIAN DIMEBAG DARRELL

Musicians tend to get bored playing the same thing over and over, so I think it's natural to experiment.
-Dimebag Darrell, gitaris kelompok Trash Metal legendaris Panthera

Selesai botakan waktu SMA, kawan-kawan menyebut saya mirip dengan Philip Anselmo, sang vokalis Pantera. Kendati nge-fans sama lagu-lagu dari album Cowboy From Hell dan Vulgar Display Of Power, sesungguhnya saya nggak nge-fans sama tongkrongannya beliau. Serem dan angker. Mirip seorang tetangga saya yang oknum berseragam, yang galak dan egois sama tetangga kanan-kiri (suka parkir mobil sembarangan dan bikin mobil bokap susah masuk garasi rumah sendiri- red). Tiap lihat Philip Anselmo jadi inget juga sama beliau. Oknum edan yang lupa, bahwa bikin susah tetangga itu sama dengan penyelewengan sumpahnya sebagai pengayom.

Untunglah wajah personil Pantera nggak semuanya mirip Anselmo. Sehingga yang lainnya tidak menjadi sasaran pelampiasan kebencian saya. Malahan, ada kakak beradik Abbott- Darrell “Dimebag” Lance &…