Monday, March 05, 2007

Gothik Malam Edan

Awang mengirimkan sebuah CD ke rumah saya, hari sabtu kemarin. Dia adalah pembaca blog saya-ya rockabilia ini- yang sempet komunikasi via e-mail dengan saya. Surprise pisan, jauh-jauh dari Johor Bahru,Malaysia, hanya buat mengirimkan sebuah CD album paling gress dari Kumpulan Search, Gothik Malam Edan. Pasti lah inget ama Search. Mereka pernah bikin gempar panggung musik negeri ini, lewat lagu slow rock mendayu-dayunya : Isabella dan Fantasia Bulan Madu.

Photobucket - Video and Image Hosting

Ceritanya, pas chat dan komunikasi via e-mail itu, saya minta informasi soal rekaman rock apa yang lagi jadi buah bibir di negeri jiran tersebut. Nggak banyak basa-basi, Awang nyebutin judul album : Gothik Malam Edan-nya Search. Judul yang aneh kedengarannya, dan menurut Awang, membikin banyak penggemar Search yang protes keras atas materi lagu di album yang diproduseri Edrie Hashim itu. Kenapa protes ?-tanya saya. Menurut Awang, itu album laen banget ama album Search yang biasanya pasang beat rock n roll abis (tuk lagu keras) atau selalu masang lagu best cut a la Isabella, Gadisku, Hilang Dalam Terang, yang menjadi menu wajib grup-grup rock asal Malaysia.

Saya bilang itu album nggak diedarin di sini. Kalo Encik suka, sudilah mengirimkan sebuah untuk saya, biar nanti saya ganti ongkosnya-pinta saya. Alhasil, datang juga tu album sabtu kemaren, bahkan disertai dengan nota : saya nggak perlu bayar. Wah, rejeki nomplok nih, jerit hati saya.

25 tahun malang-melintang di dunia musik, rupanya Search ingin melakukan revolusi terhadap citra bermusiknya selama ini. Gimana enggak, di album Gothik Malam Edan tersebut, Search betul-betul mengurangi lagu-lagu mellow, menggantinya dengan lagu-lagu bermelodi keras seperti Gothik Malam Edan, Irama Marakas, Yin dan Yang, Memoria Anna atau Gurindam Cinta Khayyam. Edanlah pokoknya. Kalo dibanding-banding, album terbaru kelompok cadas dalam negeri seperti : /rif, Boomerang, bahkan Edane-pun masih kalah keras dibandingkan album ke-25 kelompok yang dimotori oleh vokalis bersuara tenor : Suhaimi Abdurrahman alias Amy Search itu.

Photobucket - Video and Image Hosting

Kalo ditilik-tilik, ada beberapa aliran Metal yang mempengaruhi penggarapan album Gothik Malam Edan ini. Ada warna Progressive Metal a la Dream Theater, ada gaya Heavy Metal a la Loudness ataupun mbah-nya Horror Metal : Ozzy Osbourne. Minus kibord, sedikit banyak Search menyerap pula melodi-melodi keras dari grup-grup Metal generasi baru seperti : Rhapsody Of Fire, Symphony X ataupun Arch Enemy. Sungguh pilihan yang ekstrim memang, mengingat imej Search sebagai kelompok yang notabene mempunyai hits-hits yang mellow alias mendayu-dayu.

Menyimak perbedaan yang memang sungguh ekstrim itu, saya melihat peran Edrie Hashim, sang produser sekaligus Arranger, atau juga peran sang gitaris, Hillary Ang, yang memang cukup menonjol dalam mereformasi musik Search. Edrie Hashim yang usianya masih dibawah 30 itu, jelas mempunyai referensi, pengetahuan dan ide yang lebih segar daripada produser Search terdahulu : M.Nasir.

Photobucket - Video and Image Hosting

Adapun Hillary Ang, sang gitaris dan pendiri Search yang pernah bahu-membahu bersama personil pendiri Search seperti : Yazid (drum), Nasir (Bass) dan Zainal (vokalis pertama Search), banyak memberi sentuhan baru kedalam musik Search di usianya yang ke-25 ini, terutama lewat riff-riff-nya yang sangar dan tak lazim. Gitaris senior yang kepiawaiannya hanya bisa ditandingi oleh Man Kidal (Lefthanded) dan Joe (Wings),gitaris senior lainnya di negeri jiran itu, membuat lagu-lagu seperti : Gothik Malam Edan, Memoria Anna, Yin & Yang dan Irama Marakas terdengar heavy dan kelam. Ang bagaikan Toni Iommi (gitaris Black Sabbath), saat merancang dan memainkan riff di lagu-lagu cadasnya Sabbath seperti : Paranoid, Iron Man, N.I.B atau War Pig.

Jerih-payah Search selama 2 bulan penggarapan album terkerasnya ini ternyata berbuah penobatan album terbaik 2006 dari Malay Mail. Kendati banyak penggemar lamanya mengecam materi album Gothik Malam Edan ini, ternyata tak membuat Malay Mail urung dari menahbiskan album tersebut sebagai album terbaik 2006.

Keberhasilan Search sebagai kelompok rock senior negeri jiran tersebut dalam revolusi bermusiknya, sebetulnya bisa menjadi cermin bagi kelompok-kelompok rock Indonesia, untuk mau berupaya membuat suatu kreasi yang lain. Apa nggak malu ama Search,yang di usianya yang ke-25 -Search berdiri tahun 1981 dan udah bikin 20 album !- masih bersemangat buat menggarap sesuatu yang baru, dan lebih full power ketimbang junior-juniornya ? Suatu energi yang sungguh luar biasa, jika kita menilik usia Hillary Ang, Nasir sang bassist, Yazid sang drummer atau Amy Search sendiri. Nggak ada satu pun diantara mereka yang belum masuk usia di atas 40 tahun, tapi menyimak Gothik Malam Edan, mereka seolah-olah dua puluh tahun lebih muda.

Lebih jauh dari itu, sebagai pionir rocknegeri jiran, dengan dirilisnya Gothik Malam Edan ini, maka Search membuktikan sekali lagi, bahwa tanpa mereka, Malaysia tak akan mengenal rock !

2 comments:

rofik said...

sagala didenge ente mah

indra kh said...

Teu nyangka Search bisa maenkeun musik jiga Gothic Malam Edan jeung Irama Marakas, uedun euuy