Skip to main content

BERKENALAN DENGAN GEOFF TATE

Gue pernah barter kaset sekitar kelas dua es-em-pe, ama Lukman, temen sebangku gue. Ceritanya, dia gak punya doku buat beli album appetite-nya Guns N Roses, dan maksa gue untuk ngejual koleksi appetite gue ama dia, dengan harga miring. Lukman nganggap gue selalu banyak duit, jadi kapan waktu bisa beli lagi itu album. Sedangkan dia gak tau gimana, sedang gede banget keinginannya buat ngulik lagu-lagu di album itu. Doi gandrung berat ama Slash, jadi sedikit maksa biar cepet-cepet bisa milikin appetite gue.

Iseng-iseng tapi sadis, gue nawarin dia untuk ngebarter itu album ama tiga kaset koleksi dia. Diluar dugaan, Lukman langsung nyanggupin. Dia nyuruh gue dateng sendiri ke rumahnya, bawa appetite for destruction, dan dipersilahkan memilih tiga koleksi dia sesuka hati. Wah, tawaran yang sulit untuk dilewatkan, apalagi gue saat itu lagi tergila-gila ama Metallica dan trash metal, jadi gak begitu peduli kalo entar kaset GNR gue dituker ama koleksi Lukman.

Singkat cerita, GNR album itu gue tukerin ama Persistence Of Time-nya Anthrax, Impact Imminent-nya Exodus, dan Operation Mindcrime-nya Queensryche. Anthrax ama Exodus gue kenal baek, tapi Queensryche gue pilih justru karena gue sama sekali nol ama grup itu. Cuman, menurut Lukman, Queensryche itu vokalisnya mirip banget vokalnya ama Michael Kiske, vokalis Helloween, yang sering gue adopsi cengkok-cengkoknya kalo iseng-iseng nyanyi. Pas gue coba, iya tuh, vokalisnya Geoff Tate, emang punya kesamaan suara ama Michael Kiske. Bahkan kelak, gue justru lebih mengidolakan Tate ketimbang Kiske. Mungkin, karena Queensryche berbeda ama Helloween, musiknya selalu berevolusi dan gak matok di pattern-pattern lama. Jadinya, teknik vokal Tate-pun selalu tampak lebih segar dari album ke album, lain dengan Kiske yang terus-menerus bernyanyi dalam oktaf-oktaf tinggi. Menurut gue, vokal Tate adalah jenis vokal paling ideal untuk aliran Progressive Metal yang marak di kawasan Eropa sejak lama, suatu aliran yang kini diusung juga oleh Queensryche, yang notabene berasal dari Amerika.

Biografi singkat Geoff Tate

Geoff Tate punya nama asli Jeffrey Wayne Tate. Cowok kekar yang perokok berat tapi rajin body building ini lahir di Stuttgart, Jerman Barat, tanggal 14 januari 1959. Gak berapa lama dari kelahirannya, ortunya bawa dia hijrah ke Tacoma, Washington, USA. Di sinilah, Tate memulai karier bermusiknya. Tate maen di grup progresif rock, Myth, yang waktu itu jadi kugiran grup-grup progressive yang udah mendunia, semisal : Genesis, Pink Floyd, King Crimson dan Jefferson Airplane. Di grup ini, Tate maenin kibord ngerangkap vokal. Di Myth juga, Tate kenalan ama Kelly Gray, gitaris Queensryche sekarang, yang masuk setelah co-founder Queensryche, gitaris Chris DeGarmo cabut dari grup itu tahun 1998.

Tate masuk ke line-up Queensryche taun 1981, waktu band itu masih bernama The Mob. Band itu udah punya banyak lagu yang direkam dalam demo tape, walaupun masih instrumental. DeGarmo, pendiri band ini bilang, bahwa waktu itu mereka gak punya vokalis dan penulis lirik yang bener-bener cocok ama style The Mob. Baru, seabis Tate bergabung ama mereka, band ini kemudian berganti nama menjadi Queensryche (QR) dan melengkapi demo tape mereka dengan lengkingan vokal Tate yang konon nyampe di tangga 4 oktaf.

Lagu pertama yang ditulis Tate untuk QR adalah "The Lady Wore Black" . Taun 1983 QR ngerilis album pertama mereka yang self-titled dengan cara independen. Lengkingan 4 oktaf, tone yang unik dan ekspresif-nya Tate bikin album indie itu mencatat penjualan yang fantastis. Majalah Kerrang ! ngebahas sukses indie album QR dan memberi poin khusus untuk vokal Tate, yang menurut mereka sesuatu yang baru dan unik dalam perkembangan musik metal.

Tate kemudian gak hanya dikenal lewat vokal cowok-nya yang dipengaruhi style Bruce Dickinson, Peter Gabriel dan Roger Water itu. Laen ama lirikus grup-grup heavy metal yang mengangkat tema horor/ancient legend (Iron Maiden) atau kemaskulinan (Judas Priest), Tate lebih suka mengangkat tema-tema sosial dan kemanusiaan kedalam lagu-lagu QR. Gak heran, kalo dia kemudian dijuluki "the thinking man's metal band" ama kolumnis Rolling Stone Magazine. Lirik-lirik tersebut bisa kita dengerin di album Operation: Mindcrime (1988),Empire (1990), dan di album yang menjadi crossing QR dari heavy metal band menjadi progressive metal band, Promised Land yang dirilis taun 1994.

Rasa Tate

Tate menurut gue, adalah seorang vokalis rock yang langka dalam sejarah rock n roll. Dia tergolong vokalis yang cerdas, dalam menggabungkan nuansa vokal, lirik ama imej band yang dia usung. Ngedengerin vokal Tate di album-album QR, sama kontemplatifnya dengan ngedengerin Peter Gabriel bertutur di album-album Genesis macam : Selling England by The Pound, Foxtrot, de-el-el. Yang lain cuma beat dan musik yang mengiringinya. Kalo Gabriel dikawal ama Genesis yang akustikal, kalo Tate diiringi ama Queensryche yang distortikal.

Sebagai seorang vokalis dalam grup beraliran metal, Tate punya keunikan tersendiri dibandingkan dua vokalis papan atas di genre ini : Bruce Dickinson (Iron Maiden) dan Rob Halford (Judas Priest). Power Tate dibandingkan mereka berdua kayaknya seimbang. Kelebihannya, produksi tone Tate di beat slow dan beat cepat sama kuatnya, gak seperti Halford dan Dickinson. Halford dan Dickinson bukan vokalis yang serba bisa, bila dibandingkan sama Tate. Mereka berdua cuma gape di lagu-lagu keras, tapi di lagu-lagu sedang dan slow mereka tampaknya gak cukup referensif. Makanya, Dickinson dan Halford cuma populer di kalangan pecinta metal aja, sementara Tate, di Amrik sana, jadi influence buat banyak vokalis berbagai genre.

Tate gak begitu populer di negeri ini. Di Indonesia, Halford ama Dickinson jelas memiliki tempat yang lebih terhormat di hati pecinta rock dan heavy metal. Gue juga ngakuin itu kok, karena, Dickinson dan Halford adalah dua vokalis yang jauh lebih kharismatis, punya semangat “makantar-kantar”, bila dibandingkan dengan Geoff Tate. Namun, dari sudut pandang kesenimanan, Tate rasanya lebih ber-rasa daripada mereka berdua. Tapi, sekali lagi, di musik metal yang hingar-bingar dimana speed and power menjadi doktrin, seorang seniman kayaknya gak begitu diliat atau dihargai lebih, daripada person-person yang maskulin dan kharismatik.(eap)

Comments

REGI said…
Queensryche rocks......
Geoff Tate is one of my fave rock vox

Popular posts from this blog

MUSIK STONES DAN ORANG KITA

Pertamakali saya melihat gambar lidah melet ukuran besar itu, dikamar paman saya. Dibawahnya ada tulisan yang ketika itu saya eja : de ro ling setun, kol me sir, yu ar bastard. Waktu itu saya mengira-ngira, apa kira-kira arti dari kalimat yang tertulis dibawah lidah melet itu. Apa pula logo lidah melet itu ? Logo toko blue jeans langganan paman-kah ? Atau stiker yang sengaja dibuat untuk sekadar ditempel di angkot dan oplet ?

Imej lidah melet itu, akhirnya saya kaitkan dengan imej paman, yang kerap berpakaian ngoboy, dan kerap datang ke rumah kakek dalam keadaan teler. Pernah suatu kali, saya menyaksikan paman menghardik kakek-nenek, karena minta dibelikan motor. Belum cukup segitu, paman yang anak bungsu itu mengejar-ngejar nenek dalam keadaan mabuk, sambil mengancam. Wah, nenek saya langsung berkata,”Dasar anak nakal, kau ...tak bahagia kau seumur hidup nanti !” Maka, kontan saja saya beranggapan, ooooh, lidah melet itu logo seseorang, atau tanda kelompok orang-orang yang melawan o…

SMOKE ON THE WATER : HITS YANG MEMISAHKAN PARA PENCIPTANYA

Nggak ada atau jarang anak rock yang nggak tahu lagu Smoke On The Water. Yang nggak tahu bisa-bisa dikatain sok rocker, kalo sampe nggak tahu atau ngaku belum pernah denger itu lagu, padahal dia sendiri ngakunya rocker. Smoke On The Water bagaikan materi inagurasi. Syarat pentahbisan bagi siapapun yang ngaku musisi atau simpatisan heavy rock. Gitaris rock kudu hafal riff atau chord lagu ini, vokalisnya mesti hafal lirik lagu ini, dan minimal musisi-musisi pendukung band yang lain kudu bisa mengawal beat dan pattern lagu ini diatas panggung atau studio.

Smoke On The Water adalah lagu kelompok musik Deep Purple, salah satu dari triumvirat legenda band rock (Led Zep, Deep Purple, Black Sabbath), yang tidak hanya memegang rekor penjualan rekaman, melainkan juga pemegang rekor gonta-ganti personil. Saking seringnya gonta-ganti personil, sudah lumrah kalau hingga saat ini, sesama penggemar Deep Purple akan bertanya : “Sekarang sudah Mark berapa ya ?”-ketika mereka membicarakan eksistensi g…

ALLAH BLESS GITO ROLLIES

Alkisah, suatu sore, gue pulang sekolah bareng bokap, dijemput pake mazda kotak. Dalam perjalanan, seorang pengendara motor edan, menyalip mobil yang kami tumpangi dari sebelah kiri. Gila, gue yang waktu itu masih es-de, kontan kaget dan berteriak, mengingat mobil bokap nyaris menghantam pantat motor yang berpacu ugal-ugalan itu. Bokap, yang biasanya alim dan pendiam, pertamakalinya menghamburkan nama salah satu hewan, yang lazim diteriakkan disaat-saat manusia dihinggapi marah.

Seredanya bokap dari kemarahan, beliau bergumam, ”Emang Gito Rollies...” Gue mengernyitkan dahi,”Emang kenapa Gito...Pak ?” Singkat kata, bokap gue langsung menceritakan sebuah peristiwa heboh, dimasa-masa bokap muda dulu. Suatu peristiwa yang juga sohor ke seantero kota Bandung, tentang seorang pengendara motor yang ugal-ugalan pulang pergi Bandung-Lembang bertelanjang bulat. Nama pengendara motor itu adalah : Bangun Sugito, yang kemudian populer sebagai : Gito Rollies, salah seorang ikon musik rock dan pelop…