Skip to main content

Mr.Plant, Bandrek Abah...Please




Detik-detik menuju pergantian tahun 2009 adalah detik-detik yang paling mencemaskan buat mereka, para penggemar berat “The Kashmir Rocker”, Led Zeppelin. Gimana enggak, 2009 semakin dekat, but The Kashmir Rocker Reunion Tour belum mendapatkan frontman yang pas untuk memperkuat line-up mereka. Saya, rakyat metal jelata ini, bahkan sampai-sampai mengirimkan pesan khusus lewat e-mail pribadinya Robert Plant, yang saya dapet setelah ngebujuk editor Mojo yang kebetulan sering interaksi lewat situs contactmusic. Isi e-mail saya pada intinya : mohon dengan sangat kepada yang terhormat, Mr.Robert Anthony Plant, untuk kembali mengisi singgasananya sebagai frontman Led Zep, dalam reunion tour mereka tahun 2009. Gak tau bakal dibaca atau enggak, yang penting saya udah usaha. Dan kalo ternyata Plant bersedia kembali dalam reunion tour bersama Led Zep, usaha saya berikutnya adalah ngumpulin duit, buat sekadar nonton reuni The Kashmir Rocker di negara-negara terdekat yang kebetulan disinggahi mereka. Syukur-syukur Indonesia yang disinggahin, atau lebih syukur lagi kalo ada promotor yang berkenan mementaskan Sir Robert Anthony Plant, Sir James Patrick Page, Sir John Paul Jones dan Jason Bonham di Stadion Jalak Harupat. Wah, asyik pisan. Saya bisa nonton Led Zep gak pake ongkos hotel, makan siang, taxi atau pesawat terbang. Cukup dengan bermotor-ria, berangkot-ria atau bahkan dengan naik sepeda gunung saja, saya bisa mencapai venue dimana Led Zep 2009 beraksi. Sebelum nonton Led Zeppelin saya bisa memanaskan tubuh lebih dulu dengan Sate Kambing Cilampeni atau Bandrek Abah Old Brand No.2, plus sigaret khas Bandung Selatan, sigaret Jagong Bodas (wah, brutal pisan eta mah !).

Urusan siapa vokalis Led Zeppelin menuju Reunion Tour 2009 ini memang rada-rada rumit. Robert Plant ogah untuk keliling dunia bareng temen-temennya, dengan alasan gak tertarik atau gak termotivasi. Sumber saya di Mojo bilang, kalau Plant ngasih statement bahwa dia gak mau : "go around and around like a bunch of bored old men following the Rolling Stones around." Plant udah lain dengan Plant semasa ia beraksi dalam reuni Led Zep di Live Aid 1985, ulang tahun Atlantic Records yang ke-40 tahun 1988, Rock N Roll Hall of Fame 1995, dan konser mengenang pendiri Atlantic Records, Ahmet Ertegun, akhir tahun 2007 lalu. Kalau Plant betul-betul menolak untuk tampil dengan Led Zep tahun depan, itu sama saja dengan menolak 200 Juta Dollar yang diprediksi bakal dikantungi band legendaris itu jika berhasil menggelar tour.

Mendengar hasil interview Plant dengan berbagai media di tahun 2008, Jimi Page memutuskan untuk membuka lowongan vokalis. Diantara bejibunnya vokalis kharismatik Amrik dan Eropa dimana Page mengumumkan job announcement-nya, tak satupun mereka yang inisiatif mengirimkan lamaran atau datang langsung menemui perwakilan Led Zeppelin. Bruce Dickinson, vokalis Iron Maiden mengomentari realita itu dengan kalimat : “Hanya orang gila yang nekat mengajukan diri untuk menggantikan tempat Plant di Led Zeppelin…” Pasca Bruce berkomentar, tersebar rumor bahwa Led Zeppelin sedang melakukan negosiasi rahasia dengan frontman Audioslave dan Soundgarden, Chris Cornell. Cornell buru-buru menepis isyu tersebut, sampai bikin konferensi pers segala. “Berkah bagi saya, jika Led Zeppelin mengajak saya bergabung dengan mereka. Tapi bila saya bergabung dengan mereka, justru malapetaka bagi mereka sendiri.” Dilain kesempatan waktu ditanya soal rumour dia bernegosiasi dengan Led Zeppelin, Cornell kembali mengatakan,”...saya adalah fans berat Led Zeppelin. Saya tidak mau seorangpun bernyanyi untuk grup itu, kecuali jika dia adalah Robert Anthony Plant.”

Teka-teki siapa yang bakal menjadi frontman Led Zep 2009 nyaris saja terpecahkan, ketika beredar kabar : Myles Kennedy-nya Alter Bridge sedang intensif berlatih dengan Page Cs medio Oktober 2008 lalu. Kennedy bakal menggantikan Robert Plant, yang menolak untuk ikut reunion tour tahun 2009. Tapi teka-teki itu kemudian mentah lagi, setelah Led Zep tak mengonfirmasikan secara jelas, kalau Kennedy bakal ikut tour tahun depan. Yang terang-terangan mengatakan demikian adalah John Paul Jones, bassist Led Zep yang konon lebih kecewa daripada Page, atas penolakan Robert Plant.

Diantara antusiasme media dan para pirsawannya terhadap audisi vokalis yang bakal memperkuat mereka dalam tour-nya, Led Zeppelin justru bikin kejutan besar waktu Steve Tyler kepergok latihan rutin bareng The Kashmir Rocker. Bukannya Tyler, melainkan Joey Kramer yang kemudian mengomentari dinamika sahabatnya yang dower itu."Steve was jamming with Zep. They had a great time but Steve kept fluffing (messing up) his lines. He got quite flustered about it."kata Kramer kepada wartawan Sunday Mail, pasca show spontan Steve Tyler bareng Led Zeppelin disebuah klub rock terkemuka di Amrik. Brad Whitford, gitaris Aerosmith yang sohib Tyler sejak remajapun ikut menguatkan pendapat Kramer. Menurut Whitford, Tyler memang bernyanyi bareng Led Zep, tapi gak bener banget kalo dia bakal jadi vokalis Led Zeppelin. Whitford menambahkan,”Pertama-tama, Tyler dan Led Zeppelin melakukan hal tersebut buat having fun. Tapi pesan tersembunyi Page dibalik moment tersebut adalah : dia pengen memanas-manasi Plant agar gabung lagi dengan Led Zep."Come on! Come on, Robert, let's go!"ucap Whitford dalam sebuah siaran Music Television, setelah mengungkapkan opininya soal Tyler dan Led Zeppelin.

Robert Plant rupanya serius dan kukuh dengan pendiriannya. Gosip soal vokalis Led Zeppelin yang bakal menggantikannya, tidak sedikitpun menggoyahkan keinginannya untuk gak bergabung dengan The Kashmir Rocker. Melihat reaksi sohibnya yang sulit dibujuk itu, Jimi Page mengumumkan bahwa dia, Jones dan Bonham Jr. tetap akan menggelar konser, walaupun tanpa mengusung nama : Led Zeppelin.”…it is not the same band without Plant.”ucap Page sambil berusaha tegar, dalam interview-nya dengan StarPulse 14 November lalu.”Kami bukanlah Led Zeppelin, tanpa involvement seorang Robert Anthony Plant.”timpal Jones, sebelum mengakhiri wawancara.

Keputusan Page, Jones dan Bonham Jr. itu langsung mengundang reaksi publik. Gak tanggung-tanggung, Sir Paul McCartney, sesepuh rock dunia yang langsung angkat bicara.”Siapa juga yang mau menyaksikan mereka tampil tanpa Plant tahun depan.”kata McCartney dengan suara tinggi.”Ada apa sih sebenarnya dengan Plant. Dia masih seorang vokalis yang istimewa kok.”tambah McCartney sambil memuji performa Plant dan eksistensinya bersama penyanyi Folk, Alissa Krauss, yang sempat jadi buah bibir di Amerika dan Inggris sepanjang tahun 2008. “It's such a pity."kata McCartney diakhir interview.

Ya, mau bagaimana lagi memang. Tampaknya Plant perlu diberi rangsangan baru, supaya dia mau bergabung dengan Led Zeppelin dalam The Kashmir Rockers Reunion Tour 2009. Bilang sajalah sama dia, bahwa kalo sempet Led Zeppelin akan singgah di Stadion Jalak Harupat, Bandung City, West Java, Indonesia. Habis konser Plant bakal dibawa ke Warung Bandrek Abah Old Brand No.2, untuk mencicipi minuman panas Indonesia yang gak kalah galak dari minuman keras Jack Daniel’s Old Brand No.2 yang made in amerika.”Aya-aya wae Sia mah...”kata Sir Paul McCartney, ketika saya memaparkan usulan-usulan itu, sambil menawarkan roko bako Jagong Bodas buatan Encang from Lembur Nangewer.(eap)

Comments

Popular posts from this blog

MUSIK STONES DAN ORANG KITA

Pertamakali saya melihat gambar lidah melet ukuran besar itu, dikamar paman saya. Dibawahnya ada tulisan yang ketika itu saya eja : de ro ling setun, kol me sir, yu ar bastard. Waktu itu saya mengira-ngira, apa kira-kira arti dari kalimat yang tertulis dibawah lidah melet itu. Apa pula logo lidah melet itu ? Logo toko blue jeans langganan paman-kah ? Atau stiker yang sengaja dibuat untuk sekadar ditempel di angkot dan oplet ?

Imej lidah melet itu, akhirnya saya kaitkan dengan imej paman, yang kerap berpakaian ngoboy, dan kerap datang ke rumah kakek dalam keadaan teler. Pernah suatu kali, saya menyaksikan paman menghardik kakek-nenek, karena minta dibelikan motor. Belum cukup segitu, paman yang anak bungsu itu mengejar-ngejar nenek dalam keadaan mabuk, sambil mengancam. Wah, nenek saya langsung berkata,”Dasar anak nakal, kau ...tak bahagia kau seumur hidup nanti !” Maka, kontan saja saya beranggapan, ooooh, lidah melet itu logo seseorang, atau tanda kelompok orang-orang yang melawan o…

KISAH SEJATI JASON BECKER

One night I dreamed I was running. 
When I woke up I forgot I had a limp, 
so I walked totally normal until I remembered, 'oh, yeah, I have a limp'. 
Then I immediately stumbled. 
That showed me that if you have control over your mind, 
you can do anything…”
-JASON BECKER

Temen-temen saya yang gitaris rata-rata kenal Jason Becker. Saya termasuk yang sangat antusias mempromosikan permainan Jason, sering ngambil referensi dari dia, setiap saya dan beberapa temen yang gitaris ngobrol di studio atau ketika nyantei di kafe. Jason Becker adalah gitaris Amrik yang brilian. Usia 16 tahun dia sudah dikenal sebagai salah satu virtuoso dan gitaris berbakat besar. Saat 17-18 tahun dia sudah merilis album yang betul-betul berkualitas, seperti Speed Metal Symphony (1987) & Go Off (1988). Saya termasuk kolektor yang beruntung, bisa mengoleksi dua masterpiece Jason Becker bareng kelompoknya (Cacophony) itu, tambah mengoleksi album solonya Perpetual Burn (1988). Di album Perpetual Burn inilah Ja…

Ritchie Blackmore : Gitaris Terkeras Pada Masanya

Dalam kumpulan cerita pendek penulis favorit saya, Seno Gumira Ajidarma, yang diberi judul “Kematian Donny Osmond”, ada sebuah cerita pendek yang diberi judul unik : “Ritchie Blackmore”. Cerita pendek itu menceritakan kiprah seorang pengamen jalanan, penggemar fanatik Ritchie Blackmore, gitaris pertama Deep Purple dan pendiri grup hard rock legendaris, Rainbow. Sang pengamen yang tak jelas namanya itu mencari nafkah dari memainkan karya-karya Ritchie Blackmore, semasa salah seorang gitaris terkeras dan penulis komposisi rock legendaris ini bergabung dengan supergroup yang disebut sebelumnya. Berbeda dengan para koleganya di jalanan, yang rata-rata memainkan musik dangdut atau lirik protes penyanyi balada Indonesia,Iwan Fals, sang pengamen meneriakkan “Child In Time”, “Smoke On The Water”, “Stormbringer”, “Man On The Silver Mountain”, “Long Live Rock N Roll” dan karya-karya Blackmore lainnya, di pasar-pasar atau tempat-tempat dimana ia biasa mencari nafkah.

Dari kota ke kota, sang pen…