Friday, December 05, 2008

Mr.Plant, Bandrek Abah...Please




Detik-detik menuju pergantian tahun 2009 adalah detik-detik yang paling mencemaskan buat mereka, para penggemar berat “The Kashmir Rocker”, Led Zeppelin. Gimana enggak, 2009 semakin dekat, but The Kashmir Rocker Reunion Tour belum mendapatkan frontman yang pas untuk memperkuat line-up mereka. Saya, rakyat metal jelata ini, bahkan sampai-sampai mengirimkan pesan khusus lewat e-mail pribadinya Robert Plant, yang saya dapet setelah ngebujuk editor Mojo yang kebetulan sering interaksi lewat situs contactmusic. Isi e-mail saya pada intinya : mohon dengan sangat kepada yang terhormat, Mr.Robert Anthony Plant, untuk kembali mengisi singgasananya sebagai frontman Led Zep, dalam reunion tour mereka tahun 2009. Gak tau bakal dibaca atau enggak, yang penting saya udah usaha. Dan kalo ternyata Plant bersedia kembali dalam reunion tour bersama Led Zep, usaha saya berikutnya adalah ngumpulin duit, buat sekadar nonton reuni The Kashmir Rocker di negara-negara terdekat yang kebetulan disinggahi mereka. Syukur-syukur Indonesia yang disinggahin, atau lebih syukur lagi kalo ada promotor yang berkenan mementaskan Sir Robert Anthony Plant, Sir James Patrick Page, Sir John Paul Jones dan Jason Bonham di Stadion Jalak Harupat. Wah, asyik pisan. Saya bisa nonton Led Zep gak pake ongkos hotel, makan siang, taxi atau pesawat terbang. Cukup dengan bermotor-ria, berangkot-ria atau bahkan dengan naik sepeda gunung saja, saya bisa mencapai venue dimana Led Zep 2009 beraksi. Sebelum nonton Led Zeppelin saya bisa memanaskan tubuh lebih dulu dengan Sate Kambing Cilampeni atau Bandrek Abah Old Brand No.2, plus sigaret khas Bandung Selatan, sigaret Jagong Bodas (wah, brutal pisan eta mah !).

Urusan siapa vokalis Led Zeppelin menuju Reunion Tour 2009 ini memang rada-rada rumit. Robert Plant ogah untuk keliling dunia bareng temen-temennya, dengan alasan gak tertarik atau gak termotivasi. Sumber saya di Mojo bilang, kalau Plant ngasih statement bahwa dia gak mau : "go around and around like a bunch of bored old men following the Rolling Stones around." Plant udah lain dengan Plant semasa ia beraksi dalam reuni Led Zep di Live Aid 1985, ulang tahun Atlantic Records yang ke-40 tahun 1988, Rock N Roll Hall of Fame 1995, dan konser mengenang pendiri Atlantic Records, Ahmet Ertegun, akhir tahun 2007 lalu. Kalau Plant betul-betul menolak untuk tampil dengan Led Zep tahun depan, itu sama saja dengan menolak 200 Juta Dollar yang diprediksi bakal dikantungi band legendaris itu jika berhasil menggelar tour.

Mendengar hasil interview Plant dengan berbagai media di tahun 2008, Jimi Page memutuskan untuk membuka lowongan vokalis. Diantara bejibunnya vokalis kharismatik Amrik dan Eropa dimana Page mengumumkan job announcement-nya, tak satupun mereka yang inisiatif mengirimkan lamaran atau datang langsung menemui perwakilan Led Zeppelin. Bruce Dickinson, vokalis Iron Maiden mengomentari realita itu dengan kalimat : “Hanya orang gila yang nekat mengajukan diri untuk menggantikan tempat Plant di Led Zeppelin…” Pasca Bruce berkomentar, tersebar rumor bahwa Led Zeppelin sedang melakukan negosiasi rahasia dengan frontman Audioslave dan Soundgarden, Chris Cornell. Cornell buru-buru menepis isyu tersebut, sampai bikin konferensi pers segala. “Berkah bagi saya, jika Led Zeppelin mengajak saya bergabung dengan mereka. Tapi bila saya bergabung dengan mereka, justru malapetaka bagi mereka sendiri.” Dilain kesempatan waktu ditanya soal rumour dia bernegosiasi dengan Led Zeppelin, Cornell kembali mengatakan,”...saya adalah fans berat Led Zeppelin. Saya tidak mau seorangpun bernyanyi untuk grup itu, kecuali jika dia adalah Robert Anthony Plant.”

Teka-teki siapa yang bakal menjadi frontman Led Zep 2009 nyaris saja terpecahkan, ketika beredar kabar : Myles Kennedy-nya Alter Bridge sedang intensif berlatih dengan Page Cs medio Oktober 2008 lalu. Kennedy bakal menggantikan Robert Plant, yang menolak untuk ikut reunion tour tahun 2009. Tapi teka-teki itu kemudian mentah lagi, setelah Led Zep tak mengonfirmasikan secara jelas, kalau Kennedy bakal ikut tour tahun depan. Yang terang-terangan mengatakan demikian adalah John Paul Jones, bassist Led Zep yang konon lebih kecewa daripada Page, atas penolakan Robert Plant.

Diantara antusiasme media dan para pirsawannya terhadap audisi vokalis yang bakal memperkuat mereka dalam tour-nya, Led Zeppelin justru bikin kejutan besar waktu Steve Tyler kepergok latihan rutin bareng The Kashmir Rocker. Bukannya Tyler, melainkan Joey Kramer yang kemudian mengomentari dinamika sahabatnya yang dower itu."Steve was jamming with Zep. They had a great time but Steve kept fluffing (messing up) his lines. He got quite flustered about it."kata Kramer kepada wartawan Sunday Mail, pasca show spontan Steve Tyler bareng Led Zeppelin disebuah klub rock terkemuka di Amrik. Brad Whitford, gitaris Aerosmith yang sohib Tyler sejak remajapun ikut menguatkan pendapat Kramer. Menurut Whitford, Tyler memang bernyanyi bareng Led Zep, tapi gak bener banget kalo dia bakal jadi vokalis Led Zeppelin. Whitford menambahkan,”Pertama-tama, Tyler dan Led Zeppelin melakukan hal tersebut buat having fun. Tapi pesan tersembunyi Page dibalik moment tersebut adalah : dia pengen memanas-manasi Plant agar gabung lagi dengan Led Zep."Come on! Come on, Robert, let's go!"ucap Whitford dalam sebuah siaran Music Television, setelah mengungkapkan opininya soal Tyler dan Led Zeppelin.

Robert Plant rupanya serius dan kukuh dengan pendiriannya. Gosip soal vokalis Led Zeppelin yang bakal menggantikannya, tidak sedikitpun menggoyahkan keinginannya untuk gak bergabung dengan The Kashmir Rocker. Melihat reaksi sohibnya yang sulit dibujuk itu, Jimi Page mengumumkan bahwa dia, Jones dan Bonham Jr. tetap akan menggelar konser, walaupun tanpa mengusung nama : Led Zeppelin.”…it is not the same band without Plant.”ucap Page sambil berusaha tegar, dalam interview-nya dengan StarPulse 14 November lalu.”Kami bukanlah Led Zeppelin, tanpa involvement seorang Robert Anthony Plant.”timpal Jones, sebelum mengakhiri wawancara.

Keputusan Page, Jones dan Bonham Jr. itu langsung mengundang reaksi publik. Gak tanggung-tanggung, Sir Paul McCartney, sesepuh rock dunia yang langsung angkat bicara.”Siapa juga yang mau menyaksikan mereka tampil tanpa Plant tahun depan.”kata McCartney dengan suara tinggi.”Ada apa sih sebenarnya dengan Plant. Dia masih seorang vokalis yang istimewa kok.”tambah McCartney sambil memuji performa Plant dan eksistensinya bersama penyanyi Folk, Alissa Krauss, yang sempat jadi buah bibir di Amerika dan Inggris sepanjang tahun 2008. “It's such a pity."kata McCartney diakhir interview.

Ya, mau bagaimana lagi memang. Tampaknya Plant perlu diberi rangsangan baru, supaya dia mau bergabung dengan Led Zeppelin dalam The Kashmir Rockers Reunion Tour 2009. Bilang sajalah sama dia, bahwa kalo sempet Led Zeppelin akan singgah di Stadion Jalak Harupat, Bandung City, West Java, Indonesia. Habis konser Plant bakal dibawa ke Warung Bandrek Abah Old Brand No.2, untuk mencicipi minuman panas Indonesia yang gak kalah galak dari minuman keras Jack Daniel’s Old Brand No.2 yang made in amerika.”Aya-aya wae Sia mah...”kata Sir Paul McCartney, ketika saya memaparkan usulan-usulan itu, sambil menawarkan roko bako Jagong Bodas buatan Encang from Lembur Nangewer.(eap)

Wednesday, December 03, 2008

BERKENALAN DENGAN SYNYSTER GATES




Nama aslinya, Brian Elwin Haner,Jr. Beberapa ponakan yang mengikuti jejak saya, jadi kolektor dan maen musik rock lebih mengenalnya dengan nama :Synyster Gates. Kalo mereka lagi ngobrolin Avenged Sevenfold (A7X), mereka biasa menyebut sang gitaris dengan panggilan singkat Syn. Darimana oom Eddy bisa tahu tentang Syn ? tanya mereka.Dari games Burn-Out keluaran EA Sport yang biasa oom maenin sama Rashif tiap Sabtu-Minggu. Wuih, pertarungan di track urban antar mobil-mobil modifikasi itu jadi tambah seru, kalo diiringi nomer "Burn It Down" from City Of Evil album-nya A7X. Gahar-lah sound yang dipilih Syn di nomer yang bikin adrenalin saya dan Rashif makin tinggi untuk menghajar dan membalap para pesaing lain di games Burn-Out tersebut.

Syn, pada mulanya adalah seorang otodidak yang tergila-gila sama improvisasi gitaris Jazz. Sehingga, untuk meng-upgrade kemampuannya bermusik, dia ikut Guitar Institute of Technology (GIT) Programme di Hollywood, ngambil jurusan khusus Jazz Guitar.Eksistensi sang ayah- Brian Elwin Haner senior,yang kerap dipanggil Papa Gates oleh fans A7X- yang gitaris Frank Zappa Band juga ikut mendorong Syn untuk total bermain musik.Selama setengah tahun Syn serius menekuni studinya, sampai kemudian ia dihubungi pihak A7X untuk masuk kedalam line-up grup tersebut yang berbasis di tempat kelahirannya, Huntington Beach, California. Ketimbang melanjutkan studinya di GIT, Syn lebih memilih untuk gabung dengan A7X dan aktif mempraktekkan kebolehannya sebagai musisi studio.

Usia Syn saat bergabung dengan A7X adalah 18 tahun (1999). Dia langsung terlibat penuh sebagai Lead Guitarist untuk album pertama A7X, Sounding The Seventh Trumpet. Dalam EP-nya A7X,Warmness On The Soul, Syn juga unjuk kebolehannya diatas tuts piano, lewat nomer-nomer seperti : The Beast and The Harlot" dan "Sidewinder."Di EP ini, selain Syn, bassist pertama A7X yang cabut dari band karena overdosis, Justin Meacham, juga memainkan beberapa part untuk keyboard, piano dan synthesizer.

Sebagaimana lazimnya musisi apalagi seorang gitaris, Syn punya beberapa orang person yang bisa dibilang major influence buat dirinya. Karakternya yang inovatif dipengaruhi oleh kekagumannya ama Django Reinhardt,musisi dan gitaris jazz kenamaan Eropa. Untuk urusan harmonisasi Syn terpengaruh berat ama gitaris klasik, Adam Aparicio. Secara performansi, meliputi fashion, model gitar dan aksi panggung, Syn punya influence Slash (eks-GNR,Velvet Revolver),almarhum Dimebag Darrell (Panthera,DamagePlan),dan John Petrucci (Dream Theater). Sama seperti Petrucci, Syn sempet juga ditahbiskan sebagai Young Shredder ama Metal Hammer Magazine pada tahun 2006. Waktu Guitar World mewawancarai Syn di edisi juni 2008 lalu, pas dia ditanya pengen sehebat siapa sebagai seorang gitaris rock, Syn menjawab : "Pastinya gue pengen sehebat Slash ! Sehebat gitaris-gitarisnya Ozzy Osbourne, kayak Alexi Laiho Children Of Bodom, kayak Jimi Hendrix juga, kayak Dimebag Darrell, Jimi Page... hahaha banyak banget kalo diabsen satu-satu, Man !"

Kekaguman Syn akan Slash, setali tiga uang sama kekaguman Zachary James Baker a.k.a Zacky Vengeance, rekannya di A7X sama eks-gitaris Guns N Roses dan pentolan Velvet Revolver itu. Chemistry keduanya dalam hal ini, bikin aksi mereka yang sempet saya saksikan Oktober lalu, punya kemiripan ama aksi Slash dan Izzy Stradlin di GNR dulu, atau aksi Slash dan Dave Kushner di Velvet Revolver sekarang. Sayang, waktu konser di Jakarta,Syn gak pake topi laken-nya yang kerap dianggap fans sebagai representasi kekagumannya ama Slash. Ya, konon sih topi laken itu lebih sering dipake Syn, kalo ada sesi foto atau video-klip, daripada waktu A7X lagi melakukan pertunjukan live.

Meskipun mengagumi Slash setengah mati, hebatnya Syn, menurut saya, dia justru berhasil muncul dengan karakter khas yang memungkinkan ia secara performa bisa juga disejajarkan ama para Shredder 70-an,80-an dan 90-an. Disamping penampilan, karakter permainan Syn-pun merupakan sesuatu yang baru dan asyik disimak. Optimasi teknik dan style-nya mencapai titik puncak di album City Of Evil (2005), sementara kematangannya sebagai shredder kentara mengemuka di album A7X Live in the LBC & Diamonds In The Rough. Proses evolusi Syn menuju gelar Young Shredder bisa disimak dari materi-materi A7X seperti : Warmness On The Soul, Unholy Confessions, Burn It Down, Bat Country, Beast and The Harlot, Seize The Day, Critical Acclaim, Almost Easy, Dear God dan Scream. Untuk evolusi performansi Syn menuju guitar legend, bisa disimak lewat beberapa video live A7X. Referensi saya, tonton abis aja DVD mereka All-Excess. Selain bakal menyaksikan aksi Syn yang gahar, kita juga bisa mengikuti perjalanan sebuah grup band yang kelak bakal jadi legenda rock ketika anak saya nomer satu, Rashif, sudah menginjak bangku kuliah. Ya, moga-moga aja kelak masih banyak shredder yang lahir dan mewarnai dunia musik, meskipun era digital kerap membawa ekses negatif bagi kreatifitas musisi. Ekses yang bikin musisi malas berkarya dan cenderung jadi korban para penikmat musik yang lebih suka meng-hack, sharing file, ketimbang mengoleksi rekaman para musikus rock dengan penuh kebanggaan. Inilah yang kerap bikin musisi-musisi kesal dan trauma, sebagaimana kesalnya Synyster Gates sama situs donlot musik, Napster."I have a personal problem with napster himself because the mutherfucker is gonna die. No, I'm just kiddin'. But he's a dork and I'm gonna kill him. Nah, I'm just kiddin'. But I would really kick the shit outta him because of the way he looks. Nah I'm just kiddin'. I really dont fuckin' like napster. "kutuk Syn sama situs yang ditengarai melakukan dan memelopori pelanggaran hak cipta yang berat di dunia maya tersebut.(eap)