Skip to main content

OMNI MEDULLA OBLONGATA : ALBUM METAL BAGI PETUALANG SOUND



sebagai seorang audioslave, penggila sound, terkadang keputusan untuk membeli sebuah album rekaman bagi saya bukan semata karena lagunya enak gila atau liriknya membius. kemantapan sound yang biasanya ditandai dengan sound low frequency dari dentuman bass yang bulat padat, kekeringan sound distorsif dari petikan gitar yang mengiris menerjang, dan getar tambur inggris yang menghentak dada adalah alasan bagi saya untuk mengoleksi sebuah rekaman.

tiga alasan itu juga yang menjadi alasan utama saya mengoleksi album kelompok Omni bertajuk Medulla Oblongata. darimana saya tahu itu album bakal memberikan kepuasan sound yang maksimal ? 

selain dari reputasi sang bassist, Romy Sophiaan, waktu menggarap nomor-nomor keren di band sambilannya, Konspirasi, juga dari mantengin kegiatan mereka lewat laman FB Romy, laman Omni dan twitter mereka. sekilas saya perhatikan sound equipment yang mereka pakai dari obrolan-obrolan selewat atau postingan-postingan para personilnya. sebagai sampel saya juga sempat menyimak videoklip single mereka, P.E.N.T.A, yang un-ordinary dalam balutan karakter new wave dan rock yang mengingatkan saya pada nomor-nomor Jane's Addiction, Brian Eno dan Creed.

kejutan besar ketika album Medulla Oblongata ini dibuka dengan nomor keras a la System Of A Down berjudul : Padamu Negeri. Nomor berlirik sindiran pada koruptor ini hadir dengan permainan pedal drum yang mengagumkan dari sang drummer, Ryan Bamiftah. mengejutkan juga ada seorang drummer metal Indonesia, yang namanya asing ditelinga saya, tapi permainannya menyajikan : great timing, amazing sound dan technical knowledge yang bule banget. Gokil banget lah !... denger drummer Indonesia diera industri musik yang enggak berpihak pada musik rock, mampu meleburkan style Lars Ulrich, John Dolmayan dan Mike Portnoy secara fasih, enggak cuma di nomor pertama tapi dalam keseluruhan materi album yang Sangat Edan ini !.

kejutan besar lainnya, mengingat orang dibalik album metal nan keras ini adalah, Rully Worotikan, produser yang sukses melejitkan nama Aura Kasih, Vicky Shu, Marcell, RAN dan Armada, di industri musik pop Indonesia. Lagi-lagi Gokil banget... mengingat, beliau memainkan Lead Guitar di album ini dan memberi nuansa yang enggak kalah mengagumkannya dengan pencapaian sang drummer, Ryan Bamiftah. Rully dengan leluasa menampilkan idealismenya di album Medulla Oblongata ini. Dari mulai nomor Padamu Negeri, Generasi Pemenang, Berhala Layar Kaca hingga Politik Ini Untukmu Saja, riff demi riff, interlude demi interlude dan solo demi solo menderu bebas menggetarkan gendang telinga. Sound yang dipilihpun menunjukkan ketelitian dan detailing seorang gitaris matang, yang tahu betul bagaimana dia mesti bermain untuk memberi ruh pada lagu-lagu Omni.

kejutan-kejutan besar tersebut tampaknya enggak akan lahir jika Omni enggak dimotori oleh seorang musisi idealis seperti, Romy Sophiaan. Arwah Cliff Burton seperti merasuki bassist yang juga putra dari almarhum aktor kenamaan Indonesia, Sophan Sophiaan, itu, dalam penggarapan album ini. Mengingat nasihat bapak bassist Indonesia, Donny Fattah, bahwa bassist yang jago itu adalah bassist yang gape mengawal berbagai tempo, Romy layak disebut sukses abis menuntaskan tugasnya sebagai pengawal tempo dialbum ini. dia memberikan ruang yang besar dan mewah untuk Ryan Bamiftah dalam mengembangkan permainan drumnya, disamping sukses juga mengawinkan corak permainannya dengan warna modern rock sang gitaris, Rully Worotikan. sebagai senior dan konseptor di Omni, Romy, menurut saya bahkan lebih sukses daripada ketika ia bermain di Konspirasi.

tentu saja, berbagai kejutan dialbum ini enggak akan bisa saya paparkan satu per satu secara tuntas. untuk mendefinisikan album Medulla Oblongata ini, saya menyebutnya sebagai : album Metal untuk Petualang Sound. artinya, elu-elu yang ngaku petualang sound dan penyuka metal haram beli album bajakannya, karena elu-elu pasti enggak akan mendapatkan kepuasan apa-apa dari hasil copy-an yang enggak ter-otorisasi itu. Mending beli CD aslinya, yang bakal memuaskan petualangan dan penjelajahan kamu diantara repertoar album yang mengisyaratkan bahwa : album Metal pribumi yang berkualitas bule itu masih ada ! Ini bukan promosi. Ini suggest positif yang enggak akan mengecewakan, Bro. (aea)
   





 

Comments

prima virdana said…
ada nama saya di bagian thanks to :)

Popular posts from this blog

MUSIK STONES DAN ORANG KITA

Pertamakali saya melihat gambar lidah melet ukuran besar itu, dikamar paman saya. Dibawahnya ada tulisan yang ketika itu saya eja : de ro ling setun, kol me sir, yu ar bastard. Waktu itu saya mengira-ngira, apa kira-kira arti dari kalimat yang tertulis dibawah lidah melet itu. Apa pula logo lidah melet itu ? Logo toko blue jeans langganan paman-kah ? Atau stiker yang sengaja dibuat untuk sekadar ditempel di angkot dan oplet ?

Imej lidah melet itu, akhirnya saya kaitkan dengan imej paman, yang kerap berpakaian ngoboy, dan kerap datang ke rumah kakek dalam keadaan teler. Pernah suatu kali, saya menyaksikan paman menghardik kakek-nenek, karena minta dibelikan motor. Belum cukup segitu, paman yang anak bungsu itu mengejar-ngejar nenek dalam keadaan mabuk, sambil mengancam. Wah, nenek saya langsung berkata,”Dasar anak nakal, kau ...tak bahagia kau seumur hidup nanti !” Maka, kontan saja saya beranggapan, ooooh, lidah melet itu logo seseorang, atau tanda kelompok orang-orang yang melawan o…

SMOKE ON THE WATER : HITS YANG MEMISAHKAN PARA PENCIPTANYA

Nggak ada atau jarang anak rock yang nggak tahu lagu Smoke On The Water. Yang nggak tahu bisa-bisa dikatain sok rocker, kalo sampe nggak tahu atau ngaku belum pernah denger itu lagu, padahal dia sendiri ngakunya rocker. Smoke On The Water bagaikan materi inagurasi. Syarat pentahbisan bagi siapapun yang ngaku musisi atau simpatisan heavy rock. Gitaris rock kudu hafal riff atau chord lagu ini, vokalisnya mesti hafal lirik lagu ini, dan minimal musisi-musisi pendukung band yang lain kudu bisa mengawal beat dan pattern lagu ini diatas panggung atau studio.

Smoke On The Water adalah lagu kelompok musik Deep Purple, salah satu dari triumvirat legenda band rock (Led Zep, Deep Purple, Black Sabbath), yang tidak hanya memegang rekor penjualan rekaman, melainkan juga pemegang rekor gonta-ganti personil. Saking seringnya gonta-ganti personil, sudah lumrah kalau hingga saat ini, sesama penggemar Deep Purple akan bertanya : “Sekarang sudah Mark berapa ya ?”-ketika mereka membicarakan eksistensi g…

ALLAH BLESS GITO ROLLIES

Alkisah, suatu sore, gue pulang sekolah bareng bokap, dijemput pake mazda kotak. Dalam perjalanan, seorang pengendara motor edan, menyalip mobil yang kami tumpangi dari sebelah kiri. Gila, gue yang waktu itu masih es-de, kontan kaget dan berteriak, mengingat mobil bokap nyaris menghantam pantat motor yang berpacu ugal-ugalan itu. Bokap, yang biasanya alim dan pendiam, pertamakalinya menghamburkan nama salah satu hewan, yang lazim diteriakkan disaat-saat manusia dihinggapi marah.

Seredanya bokap dari kemarahan, beliau bergumam, ”Emang Gito Rollies...” Gue mengernyitkan dahi,”Emang kenapa Gito...Pak ?” Singkat kata, bokap gue langsung menceritakan sebuah peristiwa heboh, dimasa-masa bokap muda dulu. Suatu peristiwa yang juga sohor ke seantero kota Bandung, tentang seorang pengendara motor yang ugal-ugalan pulang pergi Bandung-Lembang bertelanjang bulat. Nama pengendara motor itu adalah : Bangun Sugito, yang kemudian populer sebagai : Gito Rollies, salah seorang ikon musik rock dan pelop…