Skip to main content

BERKENALAN DENGAN JURUS CLEAN A LA IAN


(apresiasi karya ian antono bag.2)

Pertama terpikat dengan permainan Ian Antono adalah saat menyimak intro petikan melodius-nya dalam lagu "Untukmu" dari Grace Simon. Semenjak itu, saya mulai mencari-cari kaset mana yang ada di rumah, yang memuat permainan beliau. Saya menemukan lagi kaset yang memuat permainan beliau, justru bukan dari koleksi kaset orangtua yang ada di rumah. Ketika saya tidur siang dikamar seorg.paman saat berkunjung ke rumah kakek, disitulah saya mendapati cover kaset yang memuat nama beliau. Kasetnya kaset Chrisye. Music Directornya Yockie S. Judul albumnya Jurang Pemisah. Kelak ketika SD berkat lagu Jeritan Seberang yang ada di album ini, saya meraih Juara I Lomba Nyanyi Tk.SD dalam rangka Ultah PJKA.
Saya baca di covernya Ian Antono bermain hanya di dua lagu saja. Main di lagu berjudul Mesin Kota dan yang satu lagi lagu Dia. Dengan sabar saya mendengar lagu demi lagu dalam album itu, dan saat masuk lagu Mesin Kota, dengan teliti saya menyimak dan mencari-cari yang mana bunyi gitarnya.
Lagu Mesin Kota ini temponya cepat. Begitu ceria, enak beat-nya, dan merdu penyanyinya jangan ditanya.... Chrisye gitu loh, hehehe. Memasuki reff mulailah terdengar sound gitar, yang kelak ketika remaja saya tahu : dimainkan dengan menggunakan teknik Bend. Bending, kalau dalam bahasa obrolan para gitaris.
Setelah reff, sampailah lagu Mesin Kota pada bagian yang paling saya tunggu : bagian Lead. Ian Antono memainkan Lead ini hingga lagu usai, mengingatkan pada Solo gitaris Lynyrd Skynyrd di lagu legendarisnya, Free Bird. Memang Solonya tak sepanas solo di Free Bird, namun bagi telinga kecil saya yang sebelumnya sempat mendengar solo-solo ber-feel macam di While My Guitar Gently Weeps-nya Beatles, Lead di Mesin Kota itu tak kalah manis dan nge-soul-nya.
Momen tersebut saya anggap sebagai awal saya berkenalan dengan jurus clean a la Ian.(aea)

Comments

Popular posts from this blog

MUSIK STONES DAN ORANG KITA

Pertamakali saya melihat gambar lidah melet ukuran besar itu, dikamar paman saya. Dibawahnya ada tulisan yang ketika itu saya eja : de ro ling setun, kol me sir, yu ar bastard. Waktu itu saya mengira-ngira, apa kira-kira arti dari kalimat yang tertulis dibawah lidah melet itu. Apa pula logo lidah melet itu ? Logo toko blue jeans langganan paman-kah ? Atau stiker yang sengaja dibuat untuk sekadar ditempel di angkot dan oplet ?

Imej lidah melet itu, akhirnya saya kaitkan dengan imej paman, yang kerap berpakaian ngoboy, dan kerap datang ke rumah kakek dalam keadaan teler. Pernah suatu kali, saya menyaksikan paman menghardik kakek-nenek, karena minta dibelikan motor. Belum cukup segitu, paman yang anak bungsu itu mengejar-ngejar nenek dalam keadaan mabuk, sambil mengancam. Wah, nenek saya langsung berkata,”Dasar anak nakal, kau ...tak bahagia kau seumur hidup nanti !” Maka, kontan saja saya beranggapan, ooooh, lidah melet itu logo seseorang, atau tanda kelompok orang-orang yang melawan o…

SMOKE ON THE WATER : HITS YANG MEMISAHKAN PARA PENCIPTANYA

Nggak ada atau jarang anak rock yang nggak tahu lagu Smoke On The Water. Yang nggak tahu bisa-bisa dikatain sok rocker, kalo sampe nggak tahu atau ngaku belum pernah denger itu lagu, padahal dia sendiri ngakunya rocker. Smoke On The Water bagaikan materi inagurasi. Syarat pentahbisan bagi siapapun yang ngaku musisi atau simpatisan heavy rock. Gitaris rock kudu hafal riff atau chord lagu ini, vokalisnya mesti hafal lirik lagu ini, dan minimal musisi-musisi pendukung band yang lain kudu bisa mengawal beat dan pattern lagu ini diatas panggung atau studio.

Smoke On The Water adalah lagu kelompok musik Deep Purple, salah satu dari triumvirat legenda band rock (Led Zep, Deep Purple, Black Sabbath), yang tidak hanya memegang rekor penjualan rekaman, melainkan juga pemegang rekor gonta-ganti personil. Saking seringnya gonta-ganti personil, sudah lumrah kalau hingga saat ini, sesama penggemar Deep Purple akan bertanya : “Sekarang sudah Mark berapa ya ?”-ketika mereka membicarakan eksistensi g…

ALLAH BLESS GITO ROLLIES

Alkisah, suatu sore, gue pulang sekolah bareng bokap, dijemput pake mazda kotak. Dalam perjalanan, seorang pengendara motor edan, menyalip mobil yang kami tumpangi dari sebelah kiri. Gila, gue yang waktu itu masih es-de, kontan kaget dan berteriak, mengingat mobil bokap nyaris menghantam pantat motor yang berpacu ugal-ugalan itu. Bokap, yang biasanya alim dan pendiam, pertamakalinya menghamburkan nama salah satu hewan, yang lazim diteriakkan disaat-saat manusia dihinggapi marah.

Seredanya bokap dari kemarahan, beliau bergumam, ”Emang Gito Rollies...” Gue mengernyitkan dahi,”Emang kenapa Gito...Pak ?” Singkat kata, bokap gue langsung menceritakan sebuah peristiwa heboh, dimasa-masa bokap muda dulu. Suatu peristiwa yang juga sohor ke seantero kota Bandung, tentang seorang pengendara motor yang ugal-ugalan pulang pergi Bandung-Lembang bertelanjang bulat. Nama pengendara motor itu adalah : Bangun Sugito, yang kemudian populer sebagai : Gito Rollies, salah seorang ikon musik rock dan pelop…