Skip to main content

TESLA ROCK BAND : GLAM ROCK DARI SELATAN U.S

bukan bon jovi, motley Crue atau Poison. band masa SMA gw adlh Tesla. Dengan rekor 14 juta copy album terjual diseluruh amerika, mereka adalah local hero dan superstar amerika. 



berdiri sejak 1981, dipelopori bassist Brian Wheat dan gitaris Frank Hannon, line up Tesla terbilang solid hingga saat ini. Baru gitaris Tommy Skeoch saja yang keluar 2006 Lalu, digantikan gitaris muda yang tak kalah jagoan dan melodius, Dave Rude. btw, asing ya denger nama-namanya? Well, nama Richie Sambora, Niki Sixx, Axl Rose atau Sebastian Bach mungkin lebih akrab ditelinga penikmat Musik glam rock di Indonesia. 
Kalo publik rock sini sempat denger nomor-nomor Tesla dari album lama seperti : Change In The Weather, Don't De Rock Me, Love Song, atau yang terkini Mp3, Forever More, Into The Now, band-band glam rock yang digadang-gadang legend itu menurut gw gak banyak berkembang dan gak menawarkan sesuatu yang baru, baik dari sisi komposisi maupun sound.

Lahir di Sacramento, California, publik rock Amerika menghormati Tesla sebagai wakil scene Southern Rock diera Glam Rock. "Mereka adalah Lynyrd Skynyrd di era modern rock."puji Jon Bon Jovi pada Tesla."Aku pernah iri dengan Hannon dan Skeoch. Tepatnya waktu mendengar mereka silih berganti memainkan solo dalam Don't De Rock Me. Itu dobel gitar terasyik dan dramatik yang pernah aku simak dari sebuah band rock 80an"komentar Joe Satriani. 

Comments

Popular posts from this blog

MUSIK STONES DAN ORANG KITA

Pertamakali saya melihat gambar lidah melet ukuran besar itu, dikamar paman saya. Dibawahnya ada tulisan yang ketika itu saya eja : de ro ling setun, kol me sir, yu ar bastard. Waktu itu saya mengira-ngira, apa kira-kira arti dari kalimat yang tertulis dibawah lidah melet itu. Apa pula logo lidah melet itu ? Logo toko blue jeans langganan paman-kah ? Atau stiker yang sengaja dibuat untuk sekadar ditempel di angkot dan oplet ?

Imej lidah melet itu, akhirnya saya kaitkan dengan imej paman, yang kerap berpakaian ngoboy, dan kerap datang ke rumah kakek dalam keadaan teler. Pernah suatu kali, saya menyaksikan paman menghardik kakek-nenek, karena minta dibelikan motor. Belum cukup segitu, paman yang anak bungsu itu mengejar-ngejar nenek dalam keadaan mabuk, sambil mengancam. Wah, nenek saya langsung berkata,”Dasar anak nakal, kau ...tak bahagia kau seumur hidup nanti !” Maka, kontan saja saya beranggapan, ooooh, lidah melet itu logo seseorang, atau tanda kelompok orang-orang yang melawan o…

KISAH SEJATI JASON BECKER

One night I dreamed I was running. 
When I woke up I forgot I had a limp, 
so I walked totally normal until I remembered, 'oh, yeah, I have a limp'. 
Then I immediately stumbled. 
That showed me that if you have control over your mind, 
you can do anything…”
-JASON BECKER

Temen-temen saya yang gitaris rata-rata kenal Jason Becker. Saya termasuk yang sangat antusias mempromosikan permainan Jason, sering ngambil referensi dari dia, setiap saya dan beberapa temen yang gitaris ngobrol di studio atau ketika nyantei di kafe. Jason Becker adalah gitaris Amrik yang brilian. Usia 16 tahun dia sudah dikenal sebagai salah satu virtuoso dan gitaris berbakat besar. Saat 17-18 tahun dia sudah merilis album yang betul-betul berkualitas, seperti Speed Metal Symphony (1987) & Go Off (1988). Saya termasuk kolektor yang beruntung, bisa mengoleksi dua masterpiece Jason Becker bareng kelompoknya (Cacophony) itu, tambah mengoleksi album solonya Perpetual Burn (1988). Di album Perpetual Burn inilah Ja…

Ritchie Blackmore : Gitaris Terkeras Pada Masanya

Dalam kumpulan cerita pendek penulis favorit saya, Seno Gumira Ajidarma, yang diberi judul “Kematian Donny Osmond”, ada sebuah cerita pendek yang diberi judul unik : “Ritchie Blackmore”. Cerita pendek itu menceritakan kiprah seorang pengamen jalanan, penggemar fanatik Ritchie Blackmore, gitaris pertama Deep Purple dan pendiri grup hard rock legendaris, Rainbow. Sang pengamen yang tak jelas namanya itu mencari nafkah dari memainkan karya-karya Ritchie Blackmore, semasa salah seorang gitaris terkeras dan penulis komposisi rock legendaris ini bergabung dengan supergroup yang disebut sebelumnya. Berbeda dengan para koleganya di jalanan, yang rata-rata memainkan musik dangdut atau lirik protes penyanyi balada Indonesia,Iwan Fals, sang pengamen meneriakkan “Child In Time”, “Smoke On The Water”, “Stormbringer”, “Man On The Silver Mountain”, “Long Live Rock N Roll” dan karya-karya Blackmore lainnya, di pasar-pasar atau tempat-tempat dimana ia biasa mencari nafkah.

Dari kota ke kota, sang pen…