Di jaman kegemilangan musik rock dan heavy metal tahun 1990-an, tersembullah sebuah band beraliran lembut yang cepet banget narik simpati sebagian kecil anak metal, untuk dateng ke konser dan ngoleksi album mereka. band apakah itu ? gua jawab : dewa 19. band itulah yang bikin gue yang fanatican rock dateng ke saparua buat nyaksiin konser mereka, selepas melepas album keduanya : Format Masa Depan. gue pergi sembunyi-sembunyi nonton bareng rico dan mega, temen-temen gaul gue, tanpa pemberitahuan ke temen-temen band atau temen-temen lainnya yang biasanya barengan nonton konser musik. maklumlah, gue takut dicap anak top fourty, gak metal lagi, ama kurawa-kurawa pecandu mossing en headbanger itu. alkisah, maka cabutlah gue bareng rico, shredder yang tiba-tiba doyan lagu mellow pasca Dewa ngerilis album kesatu, juga ama Mega, cewek tomboy yang ngakunya fans berat Power Metal dan lengkingan vokal Arul Effansyah yang konon 4 oktaf itu. Di konser yang berlangsung di kandang buaya rock dan bi...
catatan-catatan musik yang berserak dari Eddie Adriansyah (mantan jurnalis, pekerja film dan kreatif, bermukim di Inggris)