Skip to main content

REDDING THAT HENDRIX FORGOT






I was the first guy to join the band with Hendrix.
-NOEL REDDING

Lemari kaset saya semalam diobrak-abrik seorang teman.

Alasannya sederhana saja, dia lagi pengen denger kaset-kaset Jimi Hendrix, yang kebetulan saya punya.

Nggak, dia nggak pengen dengerin permainan Hendrix. Dia ngobrak-ngabrik lemari kaset saya karena penasaran, pengen denger lebih teliti permainan bass Noel Redding, bassist-nya Jimi Hendrix and The Experience (JHE) band.

Kawan saya itu rupanya penasaran dengan sebuah artikel dari internet, entah apa situsnya, yang memuji abis permainan Noel Redding. Yup, saya sepakat dengan apa yang ditulis dalam artikel, yang dikutip teman saya itu. Di situ ditulis : Noel is one of the most legendary bass player of all time. Noel disejajarkan dengan Bill Wyman (Stones), Geddy Lee (Rush), Scott Thunes (Frank Zappa), Tony Levin (Peter Gabriel), Mike Rutherford (Genesis) dan beberapa bassist rock modern semacam : Sam Rivers (Limp Bizkit), Cliff Burton (Metallica), John Myung(Dream Theater) atau tentu saja Billy Sheehan (Mr.Big, Niacin).

Meskipun maen di JHE, bareng seorang Jimi Hendrix yang jauh lebih tenar, kurang adil rasanya kalau kita nggak menyimak permainan Noel Redding. “All Along The Watchtower”, “Purple Haze”, atau “Fire”, jadi lagu-lagu JHE yang bener-bener hidup karena permainan Noel.

Baik di lagu bertempo cepat,sedang ataupun rendah, Noel nggak pernah kehilangan kelincahan jari. Itulah yang membuat musik JHE betul-betul penuh, nggak punya ruang kosong saat disimak, sebab permainan Noel mampu banget menjadi penjaga tempo – sesuai fungsi seorang bassist-, atau sebagai rhythm guitar. Noel bisa berkoordinasi dengan pukulan Mitchell (drummer JHE), sekaligus tampil full-teknik buat mengimbangi kehandalan Hendrix. Karena peran Noel tersebut, JHE nggak sekadar mengangkat sosok Hendrix sebagai virtuoso, tapi iapun membuat sosok JHE sebagai grup ikut pula terangkat. Ya, berkat Noel juga JHE layak digelari : one of the premier psychedelic rock groups of the 60's.

Bassist yang wafat pas 9 Mei 2003 di Clonakilty, Republik Irlandia ini, sebelumnya tidak berniat untuk menjadi musisi rock, apalagi bermimpi menjadi salah satu line-up grup rock paling terkenal di Amrik, pada tahun 60-an. Mulai bermusik sebagai penggesek piul (9 tahun), maen mandolin (12 tahun), sebelum kemudian jadi pemain gitar. Noel berpikir dia nggak akan berhasil kalau terus jadi pemain gitar. Sampai kemudian, Chas Chandler, bassist-nya The Animals, menyarankan Noel untuk pindah jadi pemain bass sekaligus ikut audisi band-nya Jimi Hendrix.

Waktu itu, Hendrix udah lumayan disegani, berkat permainannya yang ciamik saat manggung di pub-pub. Ketika Hendrix mau maen bareng The Animals, Chandler ngajak Noel untuk menggantikan dia di beberapa lagu, lalu ngenalin Noel ke Jimi Hendrix. Rupanya Chandler sudah tahu sebelumnya, bahwa Hendrix sedang mempersiapkan sebuah band, dan dia lagi butuh seorang bassist dan drummer. Nggak berapa lama, tanpa proses audisi yang berbelit-belit, Hendrix dan Noel kemudian mengajak Mitch Mitchell bergabung. Tiga tahun bareng JHE (1966-1969), Noel ikut berperan dalam melambungkan penjualan tiga album grup pencetus Psychedelic Rock itu. “Are You Experienced ?”(1967), “Axis : Bold as Love”(1968) dan “Electric Ladyland”(1969). Dua lagu Noel di JHE yang ikut masuk chart-chart di Amrik dan Breton adalah : “Little Miss Strange” dan “She's So Fine."

Suatu saat Noel pernah berkata : “Jimi was the frontman, so it didn't bother me.” Namun ketika Hendrix mulai memandang rendah terhadap dua personil JHE lainnya, Noel dan Mitchell kemudian pergi dari JHE. Kekesalan Noel terpupuk selama pengerjaan album studio terakhir JHE, Electric Ladyland. Di album tersebut, Hendrix terlalu banyak ikut campur terhadap proses kreatif Noel, bahkan mulai ikut-ikutan mengisi sound di bass line. Kelewat frustasi Noel kemudian membuat projek sampingan dengan band bentukannya sendiri : Fat Mattress.

Meskipun tidak mendapat respon seedan publik Amrik atau UK terhadap JHE, secara musikalisasi Fat Mattress boleh dikatakan berhasil. Band itu bahkan sempat menjadi pembuka tour JHE, namun Hendrix menyebut kelompok pembuka itu sebagai “musuh dalam selimut”- mungkin karena iri menyaksikan penampilan Fat -yang ber-line up-kan : Neil Landon (vocals), Noel Redding (vocals / guitar), Jim Leverton (bass) dan Eric Dillon (drums)- yang sangat impresif. Sebagai catatan : (1) Neil Landon pernah maen bareng Ritchie Blackmore dan Jon Lord di Flowerpot Men.

Tahun 1970, waktu Noel sudah hengkang dari grup ini, Fat kemudian diperkuat oleh Steve Hammond (gitar) dan kibordis Mick Weaver. Mick Weaver adalah salah satu kibordis tangguh asal Inggris, yang menguasai perangkat Hammond B3, kibord paling standar buat rock music waktu itu (1960-1970). Dia adalah instrumentalis tangguh yang kemudian tercatat namanya sebagai additional musician bagi : Herbie Goins, Keef Hartley, Traffic, Joe Cocker, Eric Burdon, Frankie Miller, Roger Chapman dan Taj Mahal.

Sambil sibuk di Fat Mattress, walaupun hanya sesaat, Noel masih sempat bermain untuk JHE. Ia terus bermain untuk JHE, sampai konser terakhirnya JHE di Barry Fey's Denver Pop Festival. Konser JHE di Denver's Mile High Stadium itu berakhir rusuh, penuh perkelahian dan semprotan gas air mata. Hendrix, Noel dan Mitchell diangkut dengan truk pinjaman untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, karena fans JHE yang terus merangsek ke panggung dan belakang panggung. Selesai konser itu, Noel Redding menyatakan mundur dari JHE.

Noel Redding pantas dijuluki sebagai : “pahlawan yang dilupakan.”

Kerjanya bersama JHE hanya membuat nama Jimi Hendrix makin melambung, jerih payahnya di Fat Mattress kurang mendapat respons dari publik rock.

Padahal, kalau lu fans rock, terutama penggemar classic rock sempet ngedengerin lagu-lagu Fat semacam : "Mr. Moonshine", "Magic Forest" dan "Little Girl In White", lu bakal tahu bahwa sebelum : Traffic, The Byrds dan The Who, Fat sudah lebih dulu membuat musik yang kemudian menjadi identitas atau kekhasan tiga rock group tersebut.

Nggak cuma tiga lagu itu yang keren. Ada juga "She Came In the Morning" dan "All Night Drinker",yang juga menampilkan permainan flute Chris Wood, musisi additional dari Traffic, yang mirip-mirip dengan style permainan flute di album-album awal grup Folk-Rock asal Inggris, Jethro Tull. Noel bukan hanya layak disebut sebagai bassist player yang handal. Dia pantas sekali, sangat wajar jika, dikenang sebagai composer handal yang pernah hidup dalam sejarah musik rock.(eap)

Comments

Anonymous said…
gua seneng bgt dengerin jimi hendrix, tapi gua gak ngeh bhw basnya oke punya semalem abis bc ini artikel gue ngambil album the bestnya hendrix dan coba nyidik2 permainan bassnya si noel redding
bener apa yang ab bilang bhw si noel maennya oke dan penuh inovasi, sayangnya sound jimi hendrix tuh rasanya buluk bgt jadi permainan bassnya kedengeran kasar. maklum lah, mungkin ampli jaman dulu, belum secanggih sound basnya sam rivers, cliff burton ato billy sheehan
brur, tp kalo disuruh milih, billy sheehan kayaknya lebih jago dari noel redding
sekali-kali bahas dong billy sheehan
senggol-2 gitu
Eddy Adriansyah said…
siip Bro Amet... ntar gw nulis soal Billy Sheehan OK ... tenkyu dah berkunjung...

Popular posts from this blog

KISAH SEJATI JASON BECKER

One night I dreamed I was running.  When I woke up I forgot I had a limp,  so I walked totally normal until I remembered, 'oh, yeah, I have a limp'.  Then I immediately stumbled.  That showed me that if you have control over your mind,  you can do anything…” -JASON BECKER Temen-temen saya yang gitaris rata-rata kenal Jason Becker. Saya termasuk yang sangat antusias mempromosikan permainan Jason, sering ngambil referensi dari dia, setiap saya dan beberapa temen yang gitaris ngobrol di studio atau ketika nyantei di kafe. Jason Becker adalah gitaris Amrik yang brilian. Usia 16 tahun dia sudah dikenal sebagai salah satu virtuoso dan gitaris berbakat besar. Saat 17-18 tahun dia sudah merilis album yang betul-betul berkualitas, seperti Speed Metal Symphony (1987) & Go Off (1988). Saya termasuk kolektor yang beruntung, bisa mengoleksi dua masterpiece Jason Becker bareng kelompoknya (Cacophony) itu, tambah mengoleksi album solonya Perpetual Burn (1988...

ETHIOPIA : IAN ANTONO SEORANG ARRANGER BERWAWASAN LUAS

pengalaman apresiasi karya Ian Antono bag.3 Lagi2 dari Radio Mara Bandung saya mendengarkan hits Iwan Fals berjudul Ethiopia. Dan lagi2 usai mendengar lagu yang asyik saya akan berkunjung ke toko kaset untuk membelinya. Setelah kaset dibeli, saya dengar sambil membolakbalik cover. Eh, tertulis disitu nama Ian Antono sbg.aranger khusus lagu Ethiopia (yg lain aransemen oleh Willy Soemantri). Saya, sebagaimana diceritakan sebelumnya, sudah terpikat dgn.aransemen beliau di lagu Grace Simon dan teknik hammer-on beliau di lagu Chrisye, tambah exciting saja waktu mengetahui aransemen Ethiopia dikerjakan Ian Antono. Bgmna tdk, lagu itu dibuka dengan beat dub a la musik afro, dgn.seni vokal a la suku2 Abesinia,ditingkahi suara hewan yg kelaparan. Tone kibord yg dipilih menambah keunikan dan suasana lagu tsb. Setelah byk menyimak musik dikemudian hari, mafhumlah saya bahwa apa yg dilakukan Ian Antono dlm lagu Ethiopia adlh indikator bhw beliau seorg. Aranger yg berwawasan luas. Mengingat...

JEFF HANNEMANN DALAM KENANGAN

(foto dari Wikipedia) (seperti dituturkan Dave Lombardo, ex-drummer Slayer pada Metal Hammer Magz) Pertama kali saya bertemu Jeff Hanneman pada tahun 1981. Saat itu, saya dan Kerry King (gitaris Slayer), berencana untuk membuat band. Kami bertiga berlatih di rumah orangtua saya. Kerry yang mengajak Jeff. Kesan pertama, Jeff itu seperti anak surfer yang pendiam. Rambutnya panjang banget, tinggal di Long Beach, dan biasanya orang-orang situ di rumahnya punya papan selancar. Saya pikir, anak ini keren dan cocok jadi anak band. Jeff berpengaruh banget ama Sound Slayer. Saya dan Kerry sebelumnya menyukai Judas Priest, Iron Maiden, Rainbow, dan Deep Purple. Sampai suatu hari, Jeff datang latihan dengan rambut yang dicukur bersih. Saya bertanya, “wah apa-apa lu, Jeff ?” Jeff bilang, “Gw sekarang pindah ke Punk, heavy metal sudah berakhir.” Jeff kemudian bawa berbagai vinyl dan kaset, dari kelompok-kelompok seperti Black Flag, TSOL, Minor Threat, Dead Kennedys dan Circle Jerks. ...