Ode To Ritchie Blackmore
Entah apa yang menggerakkan hati untuk : mendengarkan Soldier Of Fortune.
Tak tahu apa, yang senantiasa menggenangkan air di pelupuk mata, setiap terlantun : When a Blind Man Cries.

Dan bila denting intro Rainbow Eyes dan melodi Catch the Rainbow mengalun di kuning senja, sesuatu yang dingin dan sunyi biasanya menyergap dada ini.
...we believed we catch the rainbow
ride the wind to the sun,
sail away on ships of wonder,
but life's not a wheel,
with chains made of steel

so bless me...
***
Ada kalanya malam-malam pun bergetar. Waktu riff gitarnya meraungkan Smoke On The Water, melengkingkan Child In Time, meneriakkan Highway Star dan meletupkan Stormbringer.

Laki-laki kesepian ini, tiba-tiba mengerti, meski dalam sepi dan kering seperti ini : diri masihlah seorang lanang. Seekor srigala yang duduk, harimau yang lelah, tapi setiap saat boleh saja mengaum, menggigit, merangsek, bersetubuh bagai seekor singa terluka.
***
Musim berganti, dan berapa ribu senja kami lewati bersamamu, tapi masih hening yang itu yang kami cintai.
Berapa orang lewat dan bernyanyi, tapi cuma engkau yang kami undang ke atas panggung, demi membakar amplifier Marshall ini.
Yeah, Thank You Mr. Ritchie....kesepian dan kegersangan ini adalah persembahanmu bagi dunia yang semakin tua.
Sekali lagi kami kuyup dan mengangkat gelas, menari dendangkan bersama :
You’re a high ball shooter
You make it easy to see
High ball shooter
You sure ripped the low ones off me !

You’re a high ball shooter
You make it easy to see
High ball shooter
You sure ripped the low ones off me
’cause you’re a high ball shooter
You make it easy to see
High ball shooter
You sure ripped the low ones off me !
Entah apa yang menggerakkan hati untuk : mendengarkan Soldier Of Fortune.
Tak tahu apa, yang senantiasa menggenangkan air di pelupuk mata, setiap terlantun : When a Blind Man Cries.
Dan bila denting intro Rainbow Eyes dan melodi Catch the Rainbow mengalun di kuning senja, sesuatu yang dingin dan sunyi biasanya menyergap dada ini.
...we believed we catch the rainbow
ride the wind to the sun,
sail away on ships of wonder,
but life's not a wheel,
with chains made of steel
so bless me...
***
Ada kalanya malam-malam pun bergetar. Waktu riff gitarnya meraungkan Smoke On The Water, melengkingkan Child In Time, meneriakkan Highway Star dan meletupkan Stormbringer.
Laki-laki kesepian ini, tiba-tiba mengerti, meski dalam sepi dan kering seperti ini : diri masihlah seorang lanang. Seekor srigala yang duduk, harimau yang lelah, tapi setiap saat boleh saja mengaum, menggigit, merangsek, bersetubuh bagai seekor singa terluka.
***
Musim berganti, dan berapa ribu senja kami lewati bersamamu, tapi masih hening yang itu yang kami cintai.
Berapa orang lewat dan bernyanyi, tapi cuma engkau yang kami undang ke atas panggung, demi membakar amplifier Marshall ini.
Yeah, Thank You Mr. Ritchie....kesepian dan kegersangan ini adalah persembahanmu bagi dunia yang semakin tua.
Sekali lagi kami kuyup dan mengangkat gelas, menari dendangkan bersama :
You’re a high ball shooter
You make it easy to see
High ball shooter
You sure ripped the low ones off me !
You’re a high ball shooter
You make it easy to see
High ball shooter
You sure ripped the low ones off me
’cause you’re a high ball shooter
You make it easy to see
High ball shooter
You sure ripped the low ones off me !
Comments