Skip to main content
Ilham Kashmir dan Hit Terakhir Simon & Garfunkel

Iseng-iseng selesai nulis tesis, saya kembali ke ruang hobi dan mengacak-acak lagi koleksi kaset. Lagi asyik-asyiknya ngobrak-ngabrik lemari ditemani I don't like Monday-nya Boomtown Rats (Bob Geldof Cs), ketemu kaset Bridge Over Troubled Water-nya Simon & Garfunkel dan CD Physical Graffiti-nya Led Zeppelin. Jadi inget, sudah lama nggak nyetel dua recording ini. Padahal waktu mahasiswa dulu, lagu sendu milik Simon & Garfunkel (Bridge Over Troubled Water) ini menjadi menu wajib malam-malam gue, dan lagu Kashmir-nya Led Zeppelin selalu menjadi pembuka pagi, ba'da subuh.

Edaaan....pagi-pagi udah nyetel Led Zep. Tentu saja, sedap di kuping dan enak banget buat temen mandi. Temen mandi ? Ya, soalnya gue masang speaker di kamar mandi atas, dan speaker itulah yang sering menjadi penyebab kemarahan ibu, karena sulit sekali ngasih info ke saya kalau saya lagi mandi.

Kembali ke dua lagi tadi...

Seinget gua begini cerita yang melatari kedua lagu tersebut :


Bridge Over Troubled Water (Simon & Garfunkel)

Photobucket - Video and Image Hosting

"Bridge over Troubled Water" adalah salah satu lagu di album terakhir duo Simon&Garfunkel,”Bridge Over Troubled Water.” Lagu ini jadi nomor satu di Billboard Hot 100 Chart pada tanggal 28 Februari 1970. “Bridge...”bertahan selama enam minggu di chart tersebut, sebelum akhirnya digeser sama “Let It Be”-nya The Beatles.

Lagu ini memang salah satu lagu masterpiece Simon&Garfunkel, selain “Sound Of Silence”, “The Boxer”,”Scarborough Fair” dan “America”. Temponya pelan, kayak “A Long and Winding road”-nya The Beatles.

Lirik yang ditulis Art Garfunkel tuh nyentuh banget, sesuai ama lagu yang bikin malam dingin makin dingin dan sendu ini :

When you're weary, feeling small
When tears are in your eyes,
I will dry them all
I'm on your side
When times get rough
And friends just can't be found

Like a bridge over troubled water
I will lay me down
Like a bridge over troubled water
I will lay me down

When you're down and out
When you're on the street
When evening falls so hard
I will comfort you
I'll take your part
When darkness comes
And pain is all around

Like a bridge over troubled water
I will lay me down
Like a bridge over troubled water
I will lay me down

Sail on silver girl
Sail on by
Your time has come to shine
All your dreams are on their way
See how they shine
When you need a friend
I'm sailing right behind

Like a bridge over troubled water
I will ease your mind
Like a bridge over troubled water
I will ease your mind

..wajar aja kalo Art Garfunkel sampe nyebut momen saat dia ngebawain lagu ini sebagai “Biblical Moment.”

Banyak orang bilang lagu ini didedikasikan untuk Perang Vietnam, meski Paul Simon sendiri bilang bahwa lagu balada ini terilhami dari kehidupan di kota New York. “Bridge..” meraih penghargaan Grammy Award for Record of the Year dan Song of the Year dalam perhelatan Grammy Awards tahun 1971. Di tahun-tahun berikutnya, lagu itu kemudian mendapat berbagai gelar penahbisan. Versi gospel lagu ini yang dibawakan oleh Aretha Franklin dalam Aretha Live at Fillmore West, menyabet penghargaan Grammy Award for Best Female R&B Vocal Performance pada tahun berikutnya (1972).

Berturut-turut kemudian penghargaan dari :

BMI menyebut lagu tersebut sebagai : 19th-most performed song of the 20th century (1999).
Rolling Stone nempatin lagu ini pada urutan ke 47 dari The 500 Greatest Songs of All Time.
Menempati urutan ke-empat pada acara “Australian TV show 20 to 1's Greatest Songs of All Time”, dibawah “(I Can't Get No) Satisfaction”-nya The Rolling Stones, "Stairway to Heaven"-nya Led Zeppelin dan "Imagine"-nya John Lennon.

Selain dibawain Aretha Franklin, lagu ini kemudian dibawakan juga oleh Tina Arena, Nana Mouskouri (dalam versi Prancis dengan judul "Comme une pont jété sur l'eau trouble"), Elton John, Jackson 5 dan Annie Lenox.

Kashmir (Led Zeppelin)

Photobucket - Video and Image Hosting

“Kashmir” adalah salah satu dari banyak lagu Led Zeppelin yang sukses. Keempat personelnya sependapat bahwa “Kashmir” adalah puncak kreatifitas mereka dalam bermusik.

John Paul Jones bilang lagu ini berhasil menampilkan kebaruan dari element sound khas Led Zeppelin, sedang Robert Plant menyebutnya sebagai lagu Led Zeppelin yang paling dia favoritkan diantara lagu-lagu lainnya.

Pas wawancara sama Rolling Stone magazine tahun 1988, Plant menegaskan bahwa “Kashmir” tuh merupakan "the definitive Led Zeppelin song." Dia selalu bilang dalam berbagai audio dan video dokumenter, bahwa dia suka banget lagu itu, sebab kesuksesan lagu itu tidak membawa-bawa embel-embel “Heavy Metal”, satu gelar yang identik sama Led Zep tapi sama sekali nggak disukai keempat anggotanya.

Romantis juga nyimak perjalanan terciptanya lagu ini. Plant nulis liriknya tahun 1973, waktu ia lagi dalam perjalanan ke Kashmir, pas ngelewatin gurun Sahara di Maroko. Sebenarnya ini lagu punya judul asli “Driving To Kashmir.”

Lagu “Kashmir” banyak mencuplik pola musikal dari musik klasik-nya Maroko dan gaya-gaya musik Timur Tengah-an. Ada brass orkestra dan string, sahut-sahutan ama gitar elektrik dan mellotron. Lagu ini juga merupakan salah satu dari sedikit lagu Led Zeppelin yang pake additional player. Session player di lagu ini maenin brass & string orchestral dan juga maen di horn sections

Panjang juga durasi lagu ini (8:29). Biarpun untuk diputer di radio kayak-kayaknya kelewat panjang, tapi radio-radio nggak ada masalah buat muter lagu ini sampe tamat. Mungkin, ngeliat sukses "Stairway to Heaven", yang meskipun ngambil durasi panjang, tapi juga jadi lagu yang sukses pada jamannya dan panjang umur alias masih banyak diputer dan didenger orang sampe sekarang.

"Kashmir" terus jadi materi konsernya Led Zeppelin dari mulai tahun 1975 sampe bubarnya grup ini (1980). Versi live mereka, yaitu performa mereka di Knebworth tahun 1979 jadi salah satu feature di rilisan Led Zeppelin konser kemasan DVD.


Gitu tuh cerita dibalik “Bridge Over Troubled Water” sama “Kashmir”-nya Led Zeppelin.

Kesimpulannya, yang betul-betul gua suka dari kedua lagi ini adalah kemampuan komposisinya menciptakan sebuah nuansa yang khas, sendu dan dalam. Repertoar kayak gini tuh udah jarang atau bahkan nggak pernah lagi dibikin orang.

Kendati sedih mengingat nggak ada lagi musisi jaman sekarang yang hirau akan ruh sebuah lagu, tapi seneng juga ngedenger adik saya yang bungsu bilang : “Enak banget lagunya, Bang.”-waktu Bridge Over Troubled Water mengalun lagi dari speaker ruang hobi saya.(eap)

Comments

Anonymous said…
pagi : temple of the king blackmore, siang paint it black sore rock n roll led zep,malem bobby brown frank zappa
Anonymous said…
isuk mah owner of lonely heart..beurang sweet child o'mine..sore naon wae malam-malam paling oks ngadengekeun judas priest!

Popular posts from this blog

KISAH SEJATI JASON BECKER

One night I dreamed I was running.  When I woke up I forgot I had a limp,  so I walked totally normal until I remembered, 'oh, yeah, I have a limp'.  Then I immediately stumbled.  That showed me that if you have control over your mind,  you can do anything…” -JASON BECKER Temen-temen saya yang gitaris rata-rata kenal Jason Becker. Saya termasuk yang sangat antusias mempromosikan permainan Jason, sering ngambil referensi dari dia, setiap saya dan beberapa temen yang gitaris ngobrol di studio atau ketika nyantei di kafe. Jason Becker adalah gitaris Amrik yang brilian. Usia 16 tahun dia sudah dikenal sebagai salah satu virtuoso dan gitaris berbakat besar. Saat 17-18 tahun dia sudah merilis album yang betul-betul berkualitas, seperti Speed Metal Symphony (1987) & Go Off (1988). Saya termasuk kolektor yang beruntung, bisa mengoleksi dua masterpiece Jason Becker bareng kelompoknya (Cacophony) itu, tambah mengoleksi album solonya Perpetual Burn (1988...

ETHIOPIA : IAN ANTONO SEORANG ARRANGER BERWAWASAN LUAS

pengalaman apresiasi karya Ian Antono bag.3 Lagi2 dari Radio Mara Bandung saya mendengarkan hits Iwan Fals berjudul Ethiopia. Dan lagi2 usai mendengar lagu yang asyik saya akan berkunjung ke toko kaset untuk membelinya. Setelah kaset dibeli, saya dengar sambil membolakbalik cover. Eh, tertulis disitu nama Ian Antono sbg.aranger khusus lagu Ethiopia (yg lain aransemen oleh Willy Soemantri). Saya, sebagaimana diceritakan sebelumnya, sudah terpikat dgn.aransemen beliau di lagu Grace Simon dan teknik hammer-on beliau di lagu Chrisye, tambah exciting saja waktu mengetahui aransemen Ethiopia dikerjakan Ian Antono. Bgmna tdk, lagu itu dibuka dengan beat dub a la musik afro, dgn.seni vokal a la suku2 Abesinia,ditingkahi suara hewan yg kelaparan. Tone kibord yg dipilih menambah keunikan dan suasana lagu tsb. Setelah byk menyimak musik dikemudian hari, mafhumlah saya bahwa apa yg dilakukan Ian Antono dlm lagu Ethiopia adlh indikator bhw beliau seorg. Aranger yg berwawasan luas. Mengingat...

JEFF HANNEMANN DALAM KENANGAN

(foto dari Wikipedia) (seperti dituturkan Dave Lombardo, ex-drummer Slayer pada Metal Hammer Magz) Pertama kali saya bertemu Jeff Hanneman pada tahun 1981. Saat itu, saya dan Kerry King (gitaris Slayer), berencana untuk membuat band. Kami bertiga berlatih di rumah orangtua saya. Kerry yang mengajak Jeff. Kesan pertama, Jeff itu seperti anak surfer yang pendiam. Rambutnya panjang banget, tinggal di Long Beach, dan biasanya orang-orang situ di rumahnya punya papan selancar. Saya pikir, anak ini keren dan cocok jadi anak band. Jeff berpengaruh banget ama Sound Slayer. Saya dan Kerry sebelumnya menyukai Judas Priest, Iron Maiden, Rainbow, dan Deep Purple. Sampai suatu hari, Jeff datang latihan dengan rambut yang dicukur bersih. Saya bertanya, “wah apa-apa lu, Jeff ?” Jeff bilang, “Gw sekarang pindah ke Punk, heavy metal sudah berakhir.” Jeff kemudian bawa berbagai vinyl dan kaset, dari kelompok-kelompok seperti Black Flag, TSOL, Minor Threat, Dead Kennedys dan Circle Jerks. ...