Skip to main content
Europe Style Di Era Millenium

Rekaman rock yang paling saya tunggu-tunggu rilisnya tahun depan adalah album terbaru Europe. Sanctuary Records konon melalui press release-nya tahun 2007 bilang, album terbaru Europe bakal rilis tahun 2009. Di pertengahan 2008 ini, saya mengira-ngira, bakal seperti apa album Europe termutakhir itu nantinya. Terus terang, saya menunggu-nunggu album terbaru Europe setelah gak sengaja beli dan denger dua album terakhir mereka berturut-turut. Yang pertama, album studio ke-6, Start From The Dark, dan yang kedua, album studio mereka yang ke-7, Secret Society.

Tadinya, saya beli Start From The Dark, karena surprise aja ketika tahu bahwa Europe masih bikin album. Lebih surprise lagi, waktu ngebaca line-up mereka di album ini, yang sama dengan line-up di album epical mereka, The Final Countdown (Joey Tempest-vokal, John Norum-gitar, John Leven-bass, Mic Michaeli-kibord, Ian Haughland-drum). Cuma, penampilan atau tongkrongan para rocker asal Uppland Vasby, Swedia, ini udah lain sama sekali dengan penampilan mereka sebelum break tahun 1992 (wah udah lama banget break-nya, pantes saya surprise banget pas liat album ke-6 mereka di rak toko kaset). Rambut gondrong mereka gak lagi ditata pake jelly atau hair-spray. Joey Tempest dan kawan-kawan tampil lebih dark, mirip-mirip ama tongkrongan musisi Aggressive Metal semisal, Arch Enemy. Ian Haughland malah kelihatan lebih up-to-date dan sangar penampilannya. Dengan kacamata item, rambut plontos dan cambang a la pakar telematika, Budi Raharjo, sang drummer Europe itu tampak lebih jantan dan sangar. Citra-nya kayak citra Denzel Washington waktu maen di Training Day-lah kira-kira.

Dark clothing-nya Europe yang juga dipadu ama dark backdrop di foto belakang cover mereka, keliatannya termasuk dalam upaya merepresentasikan materi album yang mereka tawarkan lewat tajuk Start From The Dark itu. Memang sih, di nomer pertama Got To Have Faith, mereka gak tampil gelap-gelap amat. Got To Have Faith malah mengingatkan saya dengan All Or Nothing, nomer pembuka di album Europe before break, Prisoner In Paradise (1992)-ya gak mirip-mirip amat memang, hanya masih ada sedikit irisannya ama Got To Have Faith.

Setelah Got To Have Faith, Europe betul-betul tampak berupaya menampilkan sesuatu yang lain dari identitas mereka selama ini. Meskipun melodic style Joey Tempest masih di-eksplor waktu ngebawain : Start From The Dark, Flames, Hero, Wake Up Call atau Song No.12, tapi corak fusion kibord dan ritem gitar khas Norum udah gak kedengeran lagi. Start From The Dark atau list nomer 9 (Sucker),10 (Spirit Of The Underdog) dan 11 (America) di album ini sama sekali gak kedengeran seperti Europe. Saya malah menangkap ada ruh Symphony X, Dream Theater atau band-band sejenisnya yang kerap dikualifikasikan kritikus musik sebagai Progressive Metal.

Sehabis Start From The Dark (2004) rilis, Europe ngeluarin album lagi tahun 2006. Album yang dikasih judul Secret Society ini, saya download dari blogspot seorang temen asal Finland. Saya lagi bokek, gak kuat beli ke Amazon, dan keliling-keliling di sinipun gak nemu-nemu itu album. Karena gak nahan untuk cepet-cepet dengerin itu album, saya download aja itu album dari blogspot temen chatting asal Finland, yang juga kebetulan fans berat band ini. Lewat diskusi panjang untuk ngeyakinin bahwa saya cuma akan mendengarkannya sendiri, dan tanpa disebarluaskan, akhirnya saya dapet link untuk ngedonlot Secret Society di awal tahun 2007. Sampe saat ini saya pegang janji saya ama si Eklundh, untuk gak nyebar-nyebarin atau posting album tersebut di multiply.

Secret Society dibuka lewat nomer yang punya judul sama dengan tajuk album. Kalau nyidik judulnya, sebelum denger ini lagu, saya udah nebak-nebak ni lagu adalah sebuah komposisi yang prog-rock. Sehabis ngedenger, ya emang sih ada warna prog-rock-nya di bagian reff. Tapi paling durasinya hanya sekitar 30 detikan. Sehabis reff, solo guitar Norum menegaskan bahwa nomer pembuka album Secret Society ini adalah sebuah nomer heavy metal, bertempo cepat, dengan cabikan bass- hentakan drum- plus riff gitar yang saling susul di jalanan lurus. Norum, Leven, Michaeli dan Haughland betul-betul on-fire di nomor Secret Society ini. Sementara Tempest, menata vokalnya agak berbeda, sehingga sekilas lagu pembuka ini gak kayak sebuah komposisi dari Europe.

Kesan pertama begitu kentara gahar-nya, maka dengan melahap satu per satu materi sampe abis, saya merasa bahwa perubahan signifikan mereka di Start From The Dark cuman batu loncatan doang, demi menampilkan sound, soul dan citra Europe yang betul-betul baru di Secret Society. Hanya, sayangnya- kecuali di nomer jenius “The Getaway Plan” yang menampilkan fretwork canggih-nya Norum dan karakter kuat-nya vokal Tempest, “Let the Children Play” yang nge-groove dan renyah, “Love Is Not The Enemy” yang keras atau “Devil Sings The Blues” yang sedingin Riders On The Storm-nya The Doors- Europe gak sengaja jadi sedikit tampak terpengaruh ama elemen-elemen dari band-band modern rock macam : Godsmack, POD atau Bush di era millennium. Diluar nomer-nomer yang saya kecualikan diatas, terjebaknya Europe dalam pola-pola penyesuaian dengan aliran rock trend millennium, keliat samar atau jelas lewat pemilihan riff-riff John Norum dan vokal Joey Tempest yang kehilangan power dan miskin inspirasi. Tempest kelihatannya berusaha tampil dengan style yang betul-betul baru, tapi saya yang ngedengernya malah jadi bertanya-tanya : Tempest kok gak kayak Tempest ya ? Ya, kreatifitas seorang Joey Tempest malah menggerus jatidiri sejatinya sendiri.

Habis tuntas ngedengerin Secret Society, saya ngambil beberapa kaset Europe tempo dulu, seperti : Final Countdown, Out Of This World dan Prisoners In Paradise. Saya berusaha memantapkan argument buat kesimpulan saya tentang rahasia kekuatan Europe, yaitu : karakter vokal Joey Tempest. Final Countdown, Let’s Good Time Rock, Cherokee, Carrie, Superstitious, Tomorrow, All Or Nothing, I’ll Cry For You dan Prisoners In Paradise lewat dengan sukses di indera pendengaran saya. Yap, emang kekuatan Europe tuh ada di vokalnya Tempest ! Sehingga saya bisa menyimpulkan : boleh-boleh aja tuh Europe menaikkan tensi heavy rock yang biasa mereka mainkan, ke tensi yang lebih tinggi seperti di album Start From The Dark dan Secret Society. Cuman, baiknya karakter vokal Tempest gak usah disamarkan atau ditimpa ama teknik penataan koor vokal yang elektronis dan cenderung mendistorsi karakternya. Musik Europe boleh naik tensi, tapi biarin aja Tempest melengkingkan suaranya sejernih ia menyanyikan nomer-nomer hard rock atau balada-nya yang mendunia di paruh 80-an dan awal 90-an. Ini adalah syarat, biar Europe gak menyia-nyiakan jatidiri musik dan style yang udah mereka bangun sejak taun 1985 sampe sekarang, tanpa mengorbankan libido mereka yang keliatannya tinggi untuk nyoba sesuatu yang lain.

Kesimpulan saya tersebut sempet saya chatting-kan juga ama Eklundh, malem minggu kemaren. Eh, saya malah dapet info lebih menarik dari dia, tentang artworker dan engineer yang bekerja dibalik penggarapan Secret Society. Ternyata, semangat pembaharuan Europe juga didukung ama pilihan : siapa yang ngelakuin Mixed ama Mastering album tersebut. Di Secret, Europe menunjuk Stefan Glaumann (yang biasa ngegarap Rammstein) dan George Marino, yang dikenal luas berkat kesuksesannya ngegarap semua album Velvet Revolver, Coldplay dan U2. Untuk artwork-nyapun, Europe gak sembarangan pilih orang. Buat urusan eksklusivitas packaging albumnya, Europe menunjuk Storm Thorgeson, anggota dan pendiri kelompok pekerja grafis Hipgnosis, yang karya-karyanya bisa disimak lewat sampul rekaman grup-grup legendaris macam : Led Zeppelin, Pink Floyd, Peter Gabriel, atau yang paling gres di sampul rekaman-nya Muse. Wah, dapet informasi tambahan tentang keseriusan Europe dalam eksplorasi musik dan eksplorasi elemen pendukungnya, saya makin penasaran dan terus ngeduga-duga : seperti apa ya album terbaru mereka di 2009 nanti ?

Comments

Popular posts from this blog

KISAH SEJATI JASON BECKER

One night I dreamed I was running.  When I woke up I forgot I had a limp,  so I walked totally normal until I remembered, 'oh, yeah, I have a limp'.  Then I immediately stumbled.  That showed me that if you have control over your mind,  you can do anything…” -JASON BECKER Temen-temen saya yang gitaris rata-rata kenal Jason Becker. Saya termasuk yang sangat antusias mempromosikan permainan Jason, sering ngambil referensi dari dia, setiap saya dan beberapa temen yang gitaris ngobrol di studio atau ketika nyantei di kafe. Jason Becker adalah gitaris Amrik yang brilian. Usia 16 tahun dia sudah dikenal sebagai salah satu virtuoso dan gitaris berbakat besar. Saat 17-18 tahun dia sudah merilis album yang betul-betul berkualitas, seperti Speed Metal Symphony (1987) & Go Off (1988). Saya termasuk kolektor yang beruntung, bisa mengoleksi dua masterpiece Jason Becker bareng kelompoknya (Cacophony) itu, tambah mengoleksi album solonya Perpetual Burn (1988...

ETHIOPIA : IAN ANTONO SEORANG ARRANGER BERWAWASAN LUAS

pengalaman apresiasi karya Ian Antono bag.3 Lagi2 dari Radio Mara Bandung saya mendengarkan hits Iwan Fals berjudul Ethiopia. Dan lagi2 usai mendengar lagu yang asyik saya akan berkunjung ke toko kaset untuk membelinya. Setelah kaset dibeli, saya dengar sambil membolakbalik cover. Eh, tertulis disitu nama Ian Antono sbg.aranger khusus lagu Ethiopia (yg lain aransemen oleh Willy Soemantri). Saya, sebagaimana diceritakan sebelumnya, sudah terpikat dgn.aransemen beliau di lagu Grace Simon dan teknik hammer-on beliau di lagu Chrisye, tambah exciting saja waktu mengetahui aransemen Ethiopia dikerjakan Ian Antono. Bgmna tdk, lagu itu dibuka dengan beat dub a la musik afro, dgn.seni vokal a la suku2 Abesinia,ditingkahi suara hewan yg kelaparan. Tone kibord yg dipilih menambah keunikan dan suasana lagu tsb. Setelah byk menyimak musik dikemudian hari, mafhumlah saya bahwa apa yg dilakukan Ian Antono dlm lagu Ethiopia adlh indikator bhw beliau seorg. Aranger yg berwawasan luas. Mengingat...

JEFF HANNEMANN DALAM KENANGAN

(foto dari Wikipedia) (seperti dituturkan Dave Lombardo, ex-drummer Slayer pada Metal Hammer Magz) Pertama kali saya bertemu Jeff Hanneman pada tahun 1981. Saat itu, saya dan Kerry King (gitaris Slayer), berencana untuk membuat band. Kami bertiga berlatih di rumah orangtua saya. Kerry yang mengajak Jeff. Kesan pertama, Jeff itu seperti anak surfer yang pendiam. Rambutnya panjang banget, tinggal di Long Beach, dan biasanya orang-orang situ di rumahnya punya papan selancar. Saya pikir, anak ini keren dan cocok jadi anak band. Jeff berpengaruh banget ama Sound Slayer. Saya dan Kerry sebelumnya menyukai Judas Priest, Iron Maiden, Rainbow, dan Deep Purple. Sampai suatu hari, Jeff datang latihan dengan rambut yang dicukur bersih. Saya bertanya, “wah apa-apa lu, Jeff ?” Jeff bilang, “Gw sekarang pindah ke Punk, heavy metal sudah berakhir.” Jeff kemudian bawa berbagai vinyl dan kaset, dari kelompok-kelompok seperti Black Flag, TSOL, Minor Threat, Dead Kennedys dan Circle Jerks. ...