Skip to main content

GETAH self-titled album : MUSIK DARI ALAM GAIB

foto : publiceye.com

musik-musik pada tahun 90-an sarat dengan varian genre dan varian lirik. tidak seperti masa sekarang, yang kurang variatif dan gak begitu menarik disimak. diantara genre dan lirik yang variatif dipertengahan 90-an itu, terselip sebuah kelompok musik yang gak ada duanya di Indonesia, yang secara mengejutkan masuk major label dengan menawarkan komposisi yang betul-betul aneh bin ajaib. kelompok itu menamakan dirinya : GETAH. 

saya tertarik beli album pertama GETAH, selain karena namanya, juga karena sempat mencoba dengar salah satu komposisi awal di album pertama mereka, yaitu : Shy Princess. musik band ini lain, dan sukar ditelusuri pancakakinya diantara berjubel-jubel rekaman rock Indonesia. seolah-olah, musik mereka ditulis dan dimainkan oleh siluman-siluman atau mahluk gaib yang kebetulan mahir memainkan musik rock.

pasca beli kaset, semalaman saya mendengar sampai habis lagu demi lagu yang dimainkan oleh para musisi yang keliatannya sering bergaul dengan berbagai jenis dedemit ini. ada lagu berjudul Air, berjudul Api, yang lagunya dibawakan dalam tempo kalem tapi menyajikan sosok vokal yang misterius. vokalis kelompok ini, Jodie Gondokusumo, mantan vokalis legend trash Indonesia, ROTOR, bernyanyi dengan vokal jernihnya, tanpa growl sebagaimana dia bernyanyi di ROTOR, pada dua nomor tersebut. seeet, dah, itu vokal rasanya belum ada penyanyi Indonesia yang bernyanyi seperti itu. jernih, mengalun, kadang terdengar seperti derit pintu, hembusan angin, atau rintik hujan yang turun satu-satu diatas atap fiber pada tengah malam atau dinihari. 

daya magis musik GETAH menyeret dan menyayat inderawiah saya, disaat masuk pada nomor berjudul Dedication. diawali dengan suara jernih Jodie, lagu Dedication ini terdengar begitu mengiris ketika Beoy Faisal (alm), sang gitaris, memainkan solonya dipertengahan lagu. alangkah getirnya melodi di lagu tersebut. meningkahi lagu yang tampaknya semacam ungkapan cinta kepada gadis yang penuh ragu, sementara sang jejaka sudah sedemikian letih membujuk dan nampaknya punya keinginan bunuh diri dengan cara menenggelamkan dirinya ke dasar danau disaat salju turun dengan lebatnya.

sebagaimana lazimnya musik rock, tentu saja ada nomor-nomor nge-beat yang ditampilkan oleh GETAH. nomor-nomor nge-beat itu diantaranya : Small Man, 1 Of A Tale dan Unavoidable. diantara ke-3 nomor ini, saya pilih Unavoidable, yang tampaknya paling gape komposisinya. menampilkan riff distorsif yang cepat akrab ditelinga, nomor yang satu ini menyajikan pula sensasi etnik lewat bunyi gamelan Bali. Beoy Faisal kembali memancarkan talentanya dipertengahan lagu, dengan memainkan atraksi blues a la Jimi Hendrix pada part solo gitar. permainan Beoy dari awal hingga akhir lagu ini seolah membawa GETAH sedikit keluar dari nuansa gotik dan murung yang dibangun dalam album self-titled rilisan 1996 ini. 

tahun 2008, setelah sempat vakum gara-gara sang vokalis, Jodie Gondokusumo dan Beoy Faisal memenuhi panggilan Pencipta-nya, GETAH kembali merilis album bertajuk Release Is Peace. Yang bertahan dari formasi awal, tinggal Marcel Wetik, sang bassist. materi dialbum ini, tidak sekelam dan semurung album GETAH yang pertama. materi dalam album Release Is Peace malah terdengar lebih macho dan gagah, mungkin karena para personilnya sudah lebih sehat dan jauh dari "asap surgawi", sebagaimana saya duga telah membuat GETAH dialbum awal membumbungkan musikalisasinya ke alam gaib yang pernah didatangi pula oleh Syd Barrett, icon supergroup PINK FLOYD.  

vokal Odie, vokalis GETAH sekarang, terdengar seperti vokal lelaki matang yang tidak mudah patah hati, tak seperti karakter vokal Jodie pada album pertama yang menyajikan nuansa patah hati berkeping-keping (bukan patah hati a la melayu ya, a la melayu mah bukan berkeping-keping, tapi kebanjiran). coba saja simak nomor-nomor seperti : 1000 Tahun, Segitiga Bermimpi, Karam, Kembali Putih dan Parasit Hati. vokal Odie yang cowok banget melebur dengan aransemen GETAH yang didominasi raungan gitar Peter St.John yang merupakan sinkretisasi dari Slash dan Toni Iommi, pada keseluruhan materi album rilisan 2008 itu.

kesinambungan GETAH, tampaknya membuat tahun 2013 menjadi tahun yang layak saya tunggu. konon menurut salah satu artikel dari wikipedia, tahun 2013 nanti GETAH bakal merilis album ke-3 yang sementara diberi tajuk  "In Mortem Libertas".  penantian saya menjadi tambah menarik, mengingat GETAH saat ini diperkuat oleh salah satu prodigy drummer Indonesia, yaitu : Richard Mutter, eks-PAS band. sungguh menarik dan mengundang penasaran, bagaimana style Richard mewarnai musik yang bakal diusung GETAH dialbum ketiganya nanti. akankah Richard kembali tampil secemerlang ia tampil di album IndiViduality-nya PAS band, yang sesak dengan pukulan-pukulan dan ketukan-ketukan yang fantastik, abnormal dan tak terduga ? yaaaah, rasanya lama banget nunggu 3 bulan lagi. (aea)


  

Comments

Popular posts from this blog

KISAH SEJATI JASON BECKER

One night I dreamed I was running.  When I woke up I forgot I had a limp,  so I walked totally normal until I remembered, 'oh, yeah, I have a limp'.  Then I immediately stumbled.  That showed me that if you have control over your mind,  you can do anything…” -JASON BECKER Temen-temen saya yang gitaris rata-rata kenal Jason Becker. Saya termasuk yang sangat antusias mempromosikan permainan Jason, sering ngambil referensi dari dia, setiap saya dan beberapa temen yang gitaris ngobrol di studio atau ketika nyantei di kafe. Jason Becker adalah gitaris Amrik yang brilian. Usia 16 tahun dia sudah dikenal sebagai salah satu virtuoso dan gitaris berbakat besar. Saat 17-18 tahun dia sudah merilis album yang betul-betul berkualitas, seperti Speed Metal Symphony (1987) & Go Off (1988). Saya termasuk kolektor yang beruntung, bisa mengoleksi dua masterpiece Jason Becker bareng kelompoknya (Cacophony) itu, tambah mengoleksi album solonya Perpetual Burn (1988...

ETHIOPIA : IAN ANTONO SEORANG ARRANGER BERWAWASAN LUAS

pengalaman apresiasi karya Ian Antono bag.3 Lagi2 dari Radio Mara Bandung saya mendengarkan hits Iwan Fals berjudul Ethiopia. Dan lagi2 usai mendengar lagu yang asyik saya akan berkunjung ke toko kaset untuk membelinya. Setelah kaset dibeli, saya dengar sambil membolakbalik cover. Eh, tertulis disitu nama Ian Antono sbg.aranger khusus lagu Ethiopia (yg lain aransemen oleh Willy Soemantri). Saya, sebagaimana diceritakan sebelumnya, sudah terpikat dgn.aransemen beliau di lagu Grace Simon dan teknik hammer-on beliau di lagu Chrisye, tambah exciting saja waktu mengetahui aransemen Ethiopia dikerjakan Ian Antono. Bgmna tdk, lagu itu dibuka dengan beat dub a la musik afro, dgn.seni vokal a la suku2 Abesinia,ditingkahi suara hewan yg kelaparan. Tone kibord yg dipilih menambah keunikan dan suasana lagu tsb. Setelah byk menyimak musik dikemudian hari, mafhumlah saya bahwa apa yg dilakukan Ian Antono dlm lagu Ethiopia adlh indikator bhw beliau seorg. Aranger yg berwawasan luas. Mengingat...

JEFF HANNEMANN DALAM KENANGAN

(foto dari Wikipedia) (seperti dituturkan Dave Lombardo, ex-drummer Slayer pada Metal Hammer Magz) Pertama kali saya bertemu Jeff Hanneman pada tahun 1981. Saat itu, saya dan Kerry King (gitaris Slayer), berencana untuk membuat band. Kami bertiga berlatih di rumah orangtua saya. Kerry yang mengajak Jeff. Kesan pertama, Jeff itu seperti anak surfer yang pendiam. Rambutnya panjang banget, tinggal di Long Beach, dan biasanya orang-orang situ di rumahnya punya papan selancar. Saya pikir, anak ini keren dan cocok jadi anak band. Jeff berpengaruh banget ama Sound Slayer. Saya dan Kerry sebelumnya menyukai Judas Priest, Iron Maiden, Rainbow, dan Deep Purple. Sampai suatu hari, Jeff datang latihan dengan rambut yang dicukur bersih. Saya bertanya, “wah apa-apa lu, Jeff ?” Jeff bilang, “Gw sekarang pindah ke Punk, heavy metal sudah berakhir.” Jeff kemudian bawa berbagai vinyl dan kaset, dari kelompok-kelompok seperti Black Flag, TSOL, Minor Threat, Dead Kennedys dan Circle Jerks. ...