Skip to main content

KETIKA STING BERCELOTEH SOAL DINAS LUAR



Man in a Suitcase adalah nomor paling seksi diantara banyak nomor keren dari The Police. yang bikin seksi lagu ini adalah ketukan drum-nya yang centil, ritmik dan tentu saja, memancing goyang. enggak habis pikir saya, The Police bisa menyajikan aransemen yang begitu langka dan sulit diduga seperti yang mereka sajikan di lagu yang tercantum dalam album "Zenyatta Mondatta" ini.

meskipun paling rancak -meskipun simpel- aransemennya diantara nomor-nomor lain dalam "Zenyatta Mondatta", lagu Man in a Suitcase ini bukan salah satu dari banyak hits The Police. Man in a Suitcase seolah tenggelam diantara hits-hits evergreen-nya The Police, seperti : Every Breath You Take, Walking On The Moon, Roxanne, Don't Stand So Close To Me, atau lagu The Police yang paling enggak disukai para personilnya, De Do Do Do, De Da Da Da, yang justru sempat masuk nomor 5 di UK Singles Chart dan nomor 10 di Billboard Hot 100 tahun 1980.

walau enggak pernah masuk charts manapun, tapi Man in a Suitcase ini salah satu lagu yang berpengaruh bagi musisi-musisi pengusung musik SKA, seperti Save Ferris, Rancid atau Reel Big Fish. George Starostin, seorang scientist berdarah Rusia yang juga seorang reviewer musik mengatakan,"Sting menulis lirik Man in a Suitcase yang sarkas dan murung. sementara dua rekan lainnya membantu Sting memuntahkan kekesalannya dengan kemasan SKA yang justru membuat lagu ini menjadi jenaka dan ceria." 

lagu yang menyajikan spontanitas kreativiti dari Stewart Copeland, sang drummer, yang selalu memukau ini, bercerita tentang seseorang yang selalu melakukan perjalanan, sering pergi jauh dari rumahnya untuk suatu pekerjaan. rumahnya adalah dimana si koper (suitcase) berada. "I'd invite you back to my place, It's only mine because it holds my suitcase, It looks home to me alright but it's a hundred miles from yesterday night...!"teriak Sting.

setidaknya, ada beberapa quotes dari lirik yang saya sarikan tentang kekesalan Sting, dan mungkin juga kekesalan member The Police lainnya, yang mereka ungkapkan lewat lagu Man in a Suitcase ini :

quotes pertama : must i be the man in a suitcase...

Sting merasa dia harus pergi ke tempat bekerja menurut petunjuk dari koper-nya. kemana koper pergi, dia seolah-olah merasa ada didalamnya, dan harus ikut manut saja kemana koper itu pergi. dan dia merasa terjebak didalamnya.

quotes kedua : is it me, the man with the stranger's face...

Sting merasa dalam traveling-nya dia ketemu dengan banyak orang yang tidak dia kenali, dan dia merasa tersiksa karenanya. terlalu banyak bertemu orang yang enggak dikenal secara pribadi, bagi Sting adalah sesuatu yang memuakkan.

quotes ketiga : another key for my collection...

Sting merasa dia seolah-olah sudah jadi kolektor kunci, saking seringnya keluar masuk hotel. 

quotes keempat : for security  i race for my connection...

sepertinya, sumber perasaan amannya cuma ada didalam ruangan hotel ketika dia melakukan perjalanan. dan kopernya merupakan satu-satunya yang bisa dengan bebas dia akui sebagai miliknya.

quotes kelima :  bird in a flying cage you'll never get to know me well...

Sting merasa jadwal penerbangan seperti sebuah jebakan.

quotes terakhir : the world's my oyster a hotel room's a prison cell

Sting bilang betapa kecilnya dunia ini. dan dia merasa seperti seorang tahanan penjara didalam ruangan hotelnya.

mengikuti kemana koper pergi, bertemu dengan banyak orang yg gak dikenali scr pribadi, keluar masuk hotel, merasa aman hanya ketika ada dalam kamar penginapan, hanya merasa koperlah harta satu-satunya, ngejar jadwal penerbangan dan akhirnya kalau kelamaan ngerasa kamar penginapan jadi sebuah penjara... adalah perasaan konkret para personil The Police yang diungkapkan lewat Man in a Suitcase. kalau mereka saja yang punya banyak duit dan banyak penggemar sampai menggerutu dan merasa sebagai  Man in a Suitcase, apalagi mereka yang duit-nya pas-pas-an dan betul-betul gak ada kenalan ditempat-tempat yang harus ditempuh karena tujuan pekerjaan, seperti : SAYA.

jadi berhentilah menyebut saya kurang mensyukuri nikmat-Nya, karena walau toh saya merasa sebagai Man in a Suitcase, saya toh tetap aja memenuhi tugas dines luar yang bagi saya mah membosankan. aneh, kalau ada orang yang iri sama orang yang sering dines luar, bagi saya. apalagi irinya karena duit perjalanan mah. saya sih lebih enak kalau keliling itu wisata, bukan kerja. daripada cari duit dari dines luar, mending cari peluang dari obyekan-obyekan diluar jam kerja. gak usah pake nenteng koper kesana kemari, keluar masuk hotel, cang-cing-cong ngomong normatif dan bahasa klise dimana-mana...capek.

lho, kok malah jadi saya yang curhat ya... ah, pokoknya The Police is the Best, dan Man in a Suitcase adalah lagu goyang yang paling keren... apalagi didengarkan pas lagi Dinas Luarrrrrrr !!!! (aea)


Comments

ricat said…
another key for my collection, kenapa jadi tukang koleksi kunci..
saya ikut miris membacanya bang..
man in the suitcase bisa jadi sebuah perumpamaan, tapi apalah arti dines tanpa ada kata "luar" masa dines dalem,
dines itu juga singkatan bang, disuruh nelongso, yah jauh dari kata capek sih tapi capek banget..
salam djisamsoe pengganti salam super
Kak Yadi Radko said…
Bukan hanya sekedar mengenang masa lalu, sering dengerin lagu2 The Police, sampai ada yg bantuin terjemahkan artinya. Selain Queeen,Genesis, Yes, juga. Thanks for sharing...
Kak Yadi Radko said…
Excuse..., bukan cuma sekedar mengenang masa lalu, dulu saya sering denger lagu2nya The Police, sampai ada yg bantuin translate lirycsnya, selain band ini, band Queen, Genesis, dan Yes juga suka..., thanks for sharing

Popular posts from this blog

KISAH SEJATI JASON BECKER

One night I dreamed I was running.  When I woke up I forgot I had a limp,  so I walked totally normal until I remembered, 'oh, yeah, I have a limp'.  Then I immediately stumbled.  That showed me that if you have control over your mind,  you can do anything…” -JASON BECKER Temen-temen saya yang gitaris rata-rata kenal Jason Becker. Saya termasuk yang sangat antusias mempromosikan permainan Jason, sering ngambil referensi dari dia, setiap saya dan beberapa temen yang gitaris ngobrol di studio atau ketika nyantei di kafe. Jason Becker adalah gitaris Amrik yang brilian. Usia 16 tahun dia sudah dikenal sebagai salah satu virtuoso dan gitaris berbakat besar. Saat 17-18 tahun dia sudah merilis album yang betul-betul berkualitas, seperti Speed Metal Symphony (1987) & Go Off (1988). Saya termasuk kolektor yang beruntung, bisa mengoleksi dua masterpiece Jason Becker bareng kelompoknya (Cacophony) itu, tambah mengoleksi album solonya Perpetual Burn (1988...

ETHIOPIA : IAN ANTONO SEORANG ARRANGER BERWAWASAN LUAS

pengalaman apresiasi karya Ian Antono bag.3 Lagi2 dari Radio Mara Bandung saya mendengarkan hits Iwan Fals berjudul Ethiopia. Dan lagi2 usai mendengar lagu yang asyik saya akan berkunjung ke toko kaset untuk membelinya. Setelah kaset dibeli, saya dengar sambil membolakbalik cover. Eh, tertulis disitu nama Ian Antono sbg.aranger khusus lagu Ethiopia (yg lain aransemen oleh Willy Soemantri). Saya, sebagaimana diceritakan sebelumnya, sudah terpikat dgn.aransemen beliau di lagu Grace Simon dan teknik hammer-on beliau di lagu Chrisye, tambah exciting saja waktu mengetahui aransemen Ethiopia dikerjakan Ian Antono. Bgmna tdk, lagu itu dibuka dengan beat dub a la musik afro, dgn.seni vokal a la suku2 Abesinia,ditingkahi suara hewan yg kelaparan. Tone kibord yg dipilih menambah keunikan dan suasana lagu tsb. Setelah byk menyimak musik dikemudian hari, mafhumlah saya bahwa apa yg dilakukan Ian Antono dlm lagu Ethiopia adlh indikator bhw beliau seorg. Aranger yg berwawasan luas. Mengingat...

JEFF HANNEMANN DALAM KENANGAN

(foto dari Wikipedia) (seperti dituturkan Dave Lombardo, ex-drummer Slayer pada Metal Hammer Magz) Pertama kali saya bertemu Jeff Hanneman pada tahun 1981. Saat itu, saya dan Kerry King (gitaris Slayer), berencana untuk membuat band. Kami bertiga berlatih di rumah orangtua saya. Kerry yang mengajak Jeff. Kesan pertama, Jeff itu seperti anak surfer yang pendiam. Rambutnya panjang banget, tinggal di Long Beach, dan biasanya orang-orang situ di rumahnya punya papan selancar. Saya pikir, anak ini keren dan cocok jadi anak band. Jeff berpengaruh banget ama Sound Slayer. Saya dan Kerry sebelumnya menyukai Judas Priest, Iron Maiden, Rainbow, dan Deep Purple. Sampai suatu hari, Jeff datang latihan dengan rambut yang dicukur bersih. Saya bertanya, “wah apa-apa lu, Jeff ?” Jeff bilang, “Gw sekarang pindah ke Punk, heavy metal sudah berakhir.” Jeff kemudian bawa berbagai vinyl dan kaset, dari kelompok-kelompok seperti Black Flag, TSOL, Minor Threat, Dead Kennedys dan Circle Jerks. ...